Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.356/USD
Senin, 04 November 2013 - 16:27 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp11.356/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir terdepresiasi seiring dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.356/USD. Posisi sore ini terdepresiasi 21 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.335/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.350/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.343/USD dan terlemah di level Rp11.390/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore hari ini berada di level Rp11.335/USD menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.360/USD. Posisi ini menguat 5 poin dibanding hari Jumat (1/11/2013) di level Rp11.340/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.338/USD melemah 6 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.332/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.389/USD atau melemah 35 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.354/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, sentimen positif pasca rilis data ISM Manufacturing bulan Oktober di Amerika Serikat (AS) yang tumbuh di atas perkiraan analis membuat USD tereskalasi terhadap rupiah.
Dari dalam negeri, terkoreksinya rupiah selain karena tergelincirnya IHSG ke zona merah, juga karena neraca perdagangan Indonesia pada bulan September 2013 yang kembali mengalami defisit sebesar USD657,2 juta.
"Kembalinya defisit neraca perdagangan Indonesia mendorong pelemahan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (4/11/2013).
Sementara itu, IHSG pada perdagangan sore ini ditutup minus 9,30 poin atau 0,20 persen ke level 4.423,29. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,61 triliun dengan 3,14 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp455,78 miliar. Tercatat sebanyak 108 saham naik, 164 saham melemah dan 108 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.356/USD. Posisi sore ini terdepresiasi 21 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.335/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.350/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.343/USD dan terlemah di level Rp11.390/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik sore hari ini berada di level Rp11.335/USD menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.360/USD. Posisi ini menguat 5 poin dibanding hari Jumat (1/11/2013) di level Rp11.340/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.338/USD melemah 6 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.332/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.389/USD atau melemah 35 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.354/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, sentimen positif pasca rilis data ISM Manufacturing bulan Oktober di Amerika Serikat (AS) yang tumbuh di atas perkiraan analis membuat USD tereskalasi terhadap rupiah.
Dari dalam negeri, terkoreksinya rupiah selain karena tergelincirnya IHSG ke zona merah, juga karena neraca perdagangan Indonesia pada bulan September 2013 yang kembali mengalami defisit sebesar USD657,2 juta.
"Kembalinya defisit neraca perdagangan Indonesia mendorong pelemahan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (4/11/2013).
Sementara itu, IHSG pada perdagangan sore ini ditutup minus 9,30 poin atau 0,20 persen ke level 4.423,29. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,61 triliun dengan 3,14 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp455,78 miliar. Tercatat sebanyak 108 saham naik, 164 saham melemah dan 108 saham stagnan.
(rna)