Asmindo khawatir tuntutan buruh buat investor lari

Senin, 04 November 2013 - 19:17 WIB
Asmindo khawatir tuntutan...
Asmindo khawatir tuntutan buruh buat investor lari
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono mengatakan, jika tuntutan buruh dengan meminta kenaikan upah sebesar 40 persen setiap tahun akan membawa iklim yang tidak sehat bagi industri furniture.

"Satu hal yang saya khawatirkan investor akan lari dengan situasi buruh yang aksinya berlebihan seperti ini akan membuat para industriawan lari ke perdagangan, karena mereka lebih mudah," ucapnya saat dihubungi Sindonews, Senin (4/11/2013).

Asmindo berharap situasi seperti itu jangan berlarut-larut dan segera ada pemecahan yang efisien dan cepat. "Saya yakin bahwa tidak semua buruh menuntut upah sebesar itu, atau mungkin yang ikut-ikutan pun tidak tahu informasi mengenai dampak demo yang mereka lakukan seperti misalnya bagaimana investor kelak," ujarnya.

Dia menambahkan, kurangnya informasi bahwa jika tuntutan upah buruh yang terlalu besar akan berdampak buruk bagi investor kepada para buruh mungkin belum tersampaikan dengan jelas. Sehingga ini yang menyebabkan banyaknya buruh yang berpikiran upah mereka pun bisa naik dengan signifikan.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan, bahwa pihaknya tidak merasa kaum buruh berkompromi dengan pengusaha dan pemerintah dalam dewan pengupahan nasional.

Menurutnya, jika para buruh berkompromi maka akan mengerti dan pada akhirnya Upah Minimum Provinsi(UMP) pun dapat ditetapkan tanpa harus melakukan demo. "Kompromi kan berarti berdiskusi, akhirnya satu sama lain sepakat," ujar Sofjan.

UMP 2014, kata dia, seharusnya ditetapkan berdasarkan KHL 2014 seperti yang diminta kaum buruh. Sehingga, UMP DKI Jakarta kemungkinan lebih kecil dari yang diputuskan sebesar Rp2,4 juta.

"Penetapan UMP Rp2,4 juta itu mending tanya ke pemerintah, kalau saya yang memberikan tanggapan, nanti malah saya dicap membela pengusaha," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved