Dow dan S&P berakhir terkoreksi

Rabu, 06 November 2013 - 08:49 WIB
Dow dan S&P berakhir...
Dow dan S&P berakhir terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow dan S&P 500 ditutup terkoreksi pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat karena investor khawatir dampak data ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap kebijakan moneter selama beberapa bulan ke depan.

Adapun, sektor yang melemah adalah energi dan telekomunikasi yang mendorong penguatan indeks pada hari sebelumnya. Sektor energi di indeks S&P turun 0,8 persen dan sektor telekomunikasi merosot 1,9 persen.

"Pasar saham terkoreksi pada awal pekan ini. Mungkin perlu konsolidasi, terkoreksi sebelum menguat sehingga dapat mengembangkan indikator jangka pendek agar tetap overbought," kata analis RBC Capital Markets Robert Sluymer seperti dilansir Reuters, Rabu (6/11/2013).

Data ISM Service Oktober tumbuh 55,4 poin di tengah shutdown parsial pemerintah AS. Angka tersebut lebih tinggi dari bulan September sebesar 54,4 dan mengalahkan ekspektasi analis.

Di sisi lain, kalangan investor masih menganalisa data AS yang positif terhadap keputusan The Federal mengenai program pembelian obligasi sebesar USD85 miliar per bulan. Pasalnya, program stimulus telah memacu reli indeks S&P 500 menuju tahun terbaik dalam satu dekade.
Namun, The Fed menyatakan setelah ekonomi AS cukup kuat, maka stimulus akan dihentikan.

Semalam, indeks Dow Jones turun 20,90 poin atau 0,13 persen ke 15.618,22; S&P 500 melemah 4,96 poin atau 0,28 persen ke 1.762,97, sedangkan Nasdaq naik 3,27 poin atau 0,08 persen ke 3.939,86.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
14 menit yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
39 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
48 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved