Ini alasan BKPM buka investasi asing untuk pengujian KIR

Kamis, 07 November 2013 - 17:06 WIB
Ini alasan BKPM buka...
Ini alasan BKPM buka investasi asing untuk pengujian KIR
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar menjelaskan alasan mengapa beberapa bidang usaha seperti pengujian kendaraan bermotor (KIR) dibuka untuk asing.

Dia menerangkan, dibukanya investasi asing pada KIR tersebut dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) ditujukan untuk mewujudkan standar keselamatan berlalu lintas di Indonesia ke depan.

"Indonesia bergerak ke arah standar yang lebih tinggi. Kita perlu bukan hanya dari segi pelayanan dan standar yang cukup, tapi kualitasnya saya rasa perlu tinggi," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Menurutnya, apalagi sekarang pertumbuhan kendaraan baru di Indonesia semakin tinggi per tahun. "Apalagi kendaraan yang sudah ada juga banyak dan ke depan ini untuk keselamatan lalu lintas," kta dia.

Standar internasional dalam pembuatan KIR ini perlu dilakukan, Mahendra berpendapat apabila Indonesia tidak memulai penerapan standar tinggi dalam pengujian kendaraan bermotor maka Indonesia tidak akan menjadi bagian rantai pasokan komoditas internasional.

"Apalagi kalau kita mau investasi di luar negeri ini. Pada gilirannya kita akan membangun keterbatasan kita sendiri," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah mulai mempersiapkan beberapa sektor yang siap dibuka bagi investasi asing dalam revisi DNI setelah mendengarkan beberapa masukan terutama dari dunia usaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyebut ada beberapa sektor usaha yang sudah siap, baik untuk dibuka untuk investasi asing maupun direlaksasi dalam revisi Perpres No 36 Tahun 2010 tersebut.

"Kita encourage investment agar lebih ramah sehingga terbuka dan di satu sisi tetap menjaga kepentingan nasional," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved