Brent diyakini tetap jadi patokan meski dituduh manipulasi

Kamis, 07 November 2013 - 19:09 WIB
Brent diyakini tetap...
Brent diyakini tetap jadi patokan meski dituduh manipulasi
A A A
Sindonews.com - Dugaan penetapan harga minyak diyakini analis dan broker di London-Tokyo tidak mungkin mempengaruhi pedagang untuk menggunakan Brent North Sea sebagai patokan dalam membeli dan menjual minyak di pasar komoditas senilai USD5,7 triliun.

Empat pedagang energi mengklaim dalam gugatan, bahwa beberapa perusahaan minyak terbesar di dunia, termasuk BP Plc (BP), Statoil ASA (STL) dan Royal Dutch Shell Plc (RDSA) berkonspirasi dengan Morgan Stanley (MS) dan pedagang energi seperti Vitol Grup untuk memperbaiki harga spot Brent lebih dari satu dekade.

Harga minyak Brent dinilai Platts, unit berbasis di New York McGraw Bukit Financial Inc (MHFI ), digunakan untuk harga lebih dari setengah minyak mentah dunia termasuk Cossack Australia, Malaysia's Tapis dan Castilla di Kolombia.

"Brent akan tetap menjadi patokan untuk masa mendatang, karena tidak ada alternatif yang nyata untuk itu saat ini," kata Osamu Fujisawa, ekonom minyak independen di Tokyo, yang sebelumnya bekerja selama 26 tahun untuk Shell dan 17 tahun di Saudi Arabian Oil Co.

"Ini sangat kuat, dan mereka yang terkena itu benar-benar tidak punya pilihan selain tetap dengan itu," tambahnya, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (7/11/2013)

Kasus ini adalah salah satu dari setidaknya tujuh tuntutan AS yang menuduh penetapan harga di pasar Brent, berbasis di London. Otoritas antitrust Uni Eropa menggerebek kantor-kantor perusahaan termasuk Platts, BP dan Shell pada Mei lalu, di tengah tuduhan kolusi dalam menentukan harga minyak mentah, produk olahan dan biofuel.

Masalah datang setelah regulator global yang meneliti ukuran finansial di seluruh dunia mendenda bank sebesar USD2,5 miliar atas tuduhan mendistorsi tolok ukur lainnya.

Antoine Colombani, juru bicara Komisaris Persaingan Uni Eropa Joaquin Almunia di Brussels, menolak untuk mengomentari gugatan tersebut.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
7 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
36 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
56 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved