Harga minyak di Asia berubah mixed

Jum'at, 08 November 2013 - 13:35 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia berubah mixed
A A A
Sindonews.com - Sempat naik, harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi (mixed) menghadapi tekanan dari meredanya kekhawatiran pasokan, serta spekulasi Federal Reserve AS (Fed) yang mungkin akan mulai melakukan tapering atas program stimulus.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 17 sen menjadi USD94,37 per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, turun 30 sen menjadi USD103,16 per barel.

Departemen Perdagangan AS mengatakan, ekonomi Amerika tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,8 persen pada kuartal ketiga, jauh di atas 1,9 persen yang diproyeksikan para analis. Berita itu ditambahkan ke ekspektasi bahwa Fed akan mulai mengguncang skema pembelian obligasi USD85 miliar per bulan lebih awal dari yang diperkirakan.

Bank sentral sebelumnya mengatakan, setiap mundurnya skema - dikreditkan membantu menopang pasar ekuitas global - bergantung pada pemulihan ekonomi AS. Mata sekarang tertuju pada rilis data pekerjaan, Jumat waktu AS.

"Setelah PDB AS pada Q3 diumumkan 2,8 persen, investor masih tetap berhati-hati menjelang data pasar tenaga kerja," kata Vanessa Tan, analis investasi Phillip Futures, Singapura, dalam catatannya, seperti dilansir dari AFP, Jumat (8/11/2013).

"Data ekonomi akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang masa depan kebijakan moneter AS," tambahnya.

Sementara Brent tertekan pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia yang mengarah pada pencabutan sanksi yang melumpuhkan ekspor minyak mentah Republik Islam itu terkait program nuklirnya, yang Barat duga digunakan untuk membuat senjata. Teheran membantah klaim itu.

"Pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia lain untuk mengakhiri stand-off nuklir tampaknya berjalan baik dan ini membantu membebani Brent," jelas Tan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
29 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved