Volume transaksi ekspor BNI naik 81%
Jum'at, 08 November 2013 - 19:40 WIB
Volume transaksi ekspor BNI naik 81%
A
A
A
Sindonews.com - Division Head Senior Vice President Bank BNI A Firman Wibowo mengatakan, volume transaksi berdasarkan ekspor Bank BNI mengalami peningkatan hingga 81,9 persen.
Jika dilihat dari sisi realisasi, volume transaksi berdasarkan ekspor dari USD5,45 miliar menjadi USD9,8miliar naik 81,9 persen.
"Ini artinya memang potensi ekspor kita itu besar, yang didukung oleh pertama, jaringan kita yang luas, yang kedua komiditi kita banyak yang minat, yang ketiga faktor terjadinya penguatan dolar membuat harga barang kita lebih kompetitif," ucapnya di Kantor pusat BNI, Jakarta, Jumat(8/11/2013).
Ia menambahkan, volume transaksi dari sisi impor mengalami penurunan hingga 10 persen. "Tetapi ini bukan berarti trendnya sedang menurun, melainkankan kita harus menggali potensi dari nasabah-nasabah importir yang kita miliki," ujarnya.
Pihaknya juga berharap agar nasabah importir tidak menggunakan bank asing, tetapi tetap menggunakan bank nasional. "Itu berarti kita harus lebih kompetitif, orangnya lebih handal, lebih cakap, servis layanannya bisa bersaing dengan bank-bank asing termasuk dalam negeri, dan saya pikir kita siap akan hal ini," tutupnya.
Jika dilihat dari sisi realisasi, volume transaksi berdasarkan ekspor dari USD5,45 miliar menjadi USD9,8miliar naik 81,9 persen.
"Ini artinya memang potensi ekspor kita itu besar, yang didukung oleh pertama, jaringan kita yang luas, yang kedua komiditi kita banyak yang minat, yang ketiga faktor terjadinya penguatan dolar membuat harga barang kita lebih kompetitif," ucapnya di Kantor pusat BNI, Jakarta, Jumat(8/11/2013).
Ia menambahkan, volume transaksi dari sisi impor mengalami penurunan hingga 10 persen. "Tetapi ini bukan berarti trendnya sedang menurun, melainkankan kita harus menggali potensi dari nasabah-nasabah importir yang kita miliki," ujarnya.
Pihaknya juga berharap agar nasabah importir tidak menggunakan bank asing, tetapi tetap menggunakan bank nasional. "Itu berarti kita harus lebih kompetitif, orangnya lebih handal, lebih cakap, servis layanannya bisa bersaing dengan bank-bank asing termasuk dalam negeri, dan saya pikir kita siap akan hal ini," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :