Pemerintah didesak hentikan liberalisasi migas

Sabtu, 09 November 2013 - 18:25 WIB
Pemerintah didesak hentikan...
Pemerintah didesak hentikan liberalisasi migas
A A A
Sindonews.com - Liberalisasi sektor minyak dan gas (migas) dikhawatirkan dapat menghancurkan kedaulatan energi nasional. Untuk itu, pemerintah didesak mencegah upaya liberalisasi di sektor penting ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradji. Menurutnya, sejak zaman dahulu, gas air dan udara menjadi tugas 'kenabian' yang tidak layak diliberalisasi siapa pun. Sebaliknya harus dilindungi dan diproteksi negara dari tangan-tangan yang mementingkan kelompok atau golongan tertentu.

"Justru harus mendapat perlindungan dan proteksi oleh negara dari tangan-tangan yang hanya mementingkan kelompok atau golongan tertentu," kata Said di Jakarta, Sabtu (9/11/2013).

Said mengutarakan, sejauh ini pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, pemerintah juga dinilai harus meningkatkan pembangunan infrastuktur gas bumi di Indonesia.

"Sehingga semua lapisan masyarakat Indonesia dapat menikmati energi yang terjangkau," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPH Migas, Fahmi Harsandono Matori mengatakan, pemerintah harus memprioritaskan kebutuhan dalam negeri terkait tata niaga gas. Hal tersebut dianggap sangat penting guna menjaga keamanan pasokan kebutuhan domestik, daya jangkau konsumen dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi sangatlah penting pembangunan infrastruktur energi, sebagai langkah praksis dari pemerintah," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
37 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
40 menit yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
50 menit yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
50 menit yang lalu
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
1 jam yang lalu
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
1 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved