IHSG bisa tembus ke level 5.000
Minggu, 10 November 2013 - 17:46 WIB
IHSG bisa tembus ke level 5.000
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat menembus pada level 5.000 pada 2014 mendatang.
“Segala kemungkinan bisa terjadi di pasar saham, karena memang dinamikanya sangat tinggi. Sehingga kita nantinya akan berbicara tentang probabilitas dan faktor pendukungnya,” kata Analis PT Millenium Danatama Indonesia Asset Management Desmon Silitonga saat dihubungi SINDO, Minggu (10/11/2013).
Menurut Desmon, ada beberapa faktor yang dapat mendukung IHSG bisa pada level 5.000 atau 5.200. Di antaranya faktor kondisi ekonomi Indonesia yang masih akan relatif stabil. Dikatakan dia, memang masih akan ada penurunan, tetapi kondisinya masih bisa tumbuh di atas 6 persen.
Faktor lainnya yakni jika pemilu berjalan dengan baik dan dihasilkan pemimpin yang sesuai dengan ekspektasi pasar, maka tentu bisa mendorong indeks untuk mencapai angka 5.000.
“Sebab bagaimanapun, faktor pemimpin akan sangat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi di pasar saham,” imbuhnya.
Sementara itu, lanjut dia, faktor yang dapat menghambat ialah pemulihan ekonomi di negara maju (AS dan Eropa) yang akan mendorong adanya migrasi dana. Oleh sebab itu, pemerintah memang harus mengantisipasi ini.
“Saat ini pemerintah sedang menyusun kebijakan untuk membuat dana asing bisa bertahan lama di Indonesia. Salah satunya dengan insentif pajak. Semoga ini bisa berjalan tahun depan, karena bgaimana pun dana asing ini sangat menentukan arah dari IHSG,” kata Desmon.
Dia berujar, faktor utama yang mendorong IHSG untuk tahun 2014 mendatang adalah adanya prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup baik 2014 dan stabilitas makro yang masih cukup baik dan faktor pemilu.
Menurutnya, setidaknya ada tiga sektor yang masih berperospek tumbuh di 2014 nanti, di antaranya sektor consumer, keuangan, dan infrastruktur.
“Segala kemungkinan bisa terjadi di pasar saham, karena memang dinamikanya sangat tinggi. Sehingga kita nantinya akan berbicara tentang probabilitas dan faktor pendukungnya,” kata Analis PT Millenium Danatama Indonesia Asset Management Desmon Silitonga saat dihubungi SINDO, Minggu (10/11/2013).
Menurut Desmon, ada beberapa faktor yang dapat mendukung IHSG bisa pada level 5.000 atau 5.200. Di antaranya faktor kondisi ekonomi Indonesia yang masih akan relatif stabil. Dikatakan dia, memang masih akan ada penurunan, tetapi kondisinya masih bisa tumbuh di atas 6 persen.
Faktor lainnya yakni jika pemilu berjalan dengan baik dan dihasilkan pemimpin yang sesuai dengan ekspektasi pasar, maka tentu bisa mendorong indeks untuk mencapai angka 5.000.
“Sebab bagaimanapun, faktor pemimpin akan sangat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi di pasar saham,” imbuhnya.
Sementara itu, lanjut dia, faktor yang dapat menghambat ialah pemulihan ekonomi di negara maju (AS dan Eropa) yang akan mendorong adanya migrasi dana. Oleh sebab itu, pemerintah memang harus mengantisipasi ini.
“Saat ini pemerintah sedang menyusun kebijakan untuk membuat dana asing bisa bertahan lama di Indonesia. Salah satunya dengan insentif pajak. Semoga ini bisa berjalan tahun depan, karena bgaimana pun dana asing ini sangat menentukan arah dari IHSG,” kata Desmon.
Dia berujar, faktor utama yang mendorong IHSG untuk tahun 2014 mendatang adalah adanya prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup baik 2014 dan stabilitas makro yang masih cukup baik dan faktor pemilu.
Menurutnya, setidaknya ada tiga sektor yang masih berperospek tumbuh di 2014 nanti, di antaranya sektor consumer, keuangan, dan infrastruktur.
(gpr)