BI klaim rupiah mulai bergerak stabil
Selasa, 12 November 2013 - 16:04 WIB
BI klaim rupiah mulai bergerak stabil
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat dua sisi berbeda dalam pergerakan mata uang rupiah pada Oktober 2013.
Nilai tukar rupiah secara point to point pada Oktober 2013 tercatat menguat sebesar 2,73 persen (month to month) menjadi Rp11.273 per dolar Amerika Serikat (USD). Namun, secara rata-rata melemah 0,14 persen (month to month) menjadi Rp11.343/USD.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Difi A Johansyah menyebut secara umum nilai tukar rupiah pada Oktober 2013 cukup stabil dan bergerak sesuai fundamentalnya.
Hal tersebut dipengaruhi kondisi pasar keuangan global pada Oktober dan penurunan ekspektasi inflasi domestik yang mendorong masuknya aliran modal asing.
"Khususnya pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN)," ujar Difi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/11/2013).
Selain itu, dia juga menyebut cukup stabilnya nilai tukar rupiah juga dipengaruhi terkendalinya permintaan impor non migas sejalan moderasi pertumbuhan ekonomi.
"Ke depan, BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya," pungkas Difi.
Nilai tukar rupiah secara point to point pada Oktober 2013 tercatat menguat sebesar 2,73 persen (month to month) menjadi Rp11.273 per dolar Amerika Serikat (USD). Namun, secara rata-rata melemah 0,14 persen (month to month) menjadi Rp11.343/USD.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Difi A Johansyah menyebut secara umum nilai tukar rupiah pada Oktober 2013 cukup stabil dan bergerak sesuai fundamentalnya.
Hal tersebut dipengaruhi kondisi pasar keuangan global pada Oktober dan penurunan ekspektasi inflasi domestik yang mendorong masuknya aliran modal asing.
"Khususnya pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN)," ujar Difi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/11/2013).
Selain itu, dia juga menyebut cukup stabilnya nilai tukar rupiah juga dipengaruhi terkendalinya permintaan impor non migas sejalan moderasi pertumbuhan ekonomi.
"Ke depan, BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya," pungkas Difi.
(izz)