Koridor Jawa diharapkan seperti Singapura dan Dubai

Rabu, 13 November 2013 - 17:38 WIB
Koridor Jawa diharapkan...
Koridor Jawa diharapkan seperti Singapura dan Dubai
A A A
Sindonews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto berharap koridor ekonomi Jawa dapat berkembang lebih jauh menjadi kawasan industri berbasis jasa dengan pengembangan infrastruktur.

Bahkan, dia berharap industri jasa di koridor Jawa dapat berkembang seperti Singapura dan Dubai yang berhasil menggerakkan ekonomi berbasis jasa.

"Koridor Jawa dapat berkembang ke jasa dan dapat jadi pertanda peralihan dari industri primer menjadi tertier, seperti Singapura, Shenzhen (China), dan juga Dubai," ungkap Djokir, panggilan akrab Djoko Kirmanto di JCC, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Dia mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut maka Koridor Ekonomi Jawa sedang menggelar pembangunan infrastruktur besar-besaran, utamanya di utara pulau Jawa.

"Kita telah memulai membangun Tol Trans Jawa dan jalur kereta api yang menghubungkan timur dan barat serta tidak lupa menjangkau titik-titik investasi di Selatan Jawa," ujarnya.

Selain itu, Djokir juga mengungkapkan total nilai komitmen investasi infrastruktur di Pulau Jawa telah mencapai Rp1.395 triliun atau sebanyak 215 proyek.

Nilai investasi infrastruktur yang telah diresmikan sendiri baru mencapai Rp46,9 triliun seperti dermaga Kalibaru sebesar Rp22 miliar, PLTU I Jawa Barat sebesar Rp8,6 triliun, dan PLTU III Banten sebesar Rp8,3 triliun.

Sedangkan untuk realisasi groundbreaking di Koridor Jawa pada 2013 mencapai Rp209 triliun terdiri dari proyek MRT di Jakarta sebesar Rp40 triliun, Tol Solo-Ngantingan sebesar Rp5,1 triliun, Monorail Jakarta sebesar Rp9,1 triliun, dan Bandara Kertajati sebesar Rp8,2 triliun.

"Proyek lainnya adalah Pabrik Semen Merah Putih di Lebak, Banten sebesar Rp7,2 triliun," pungkas Djokir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved