RAJA bidik pendapatan 2014 senilai USD222,7 juta
Jum'at, 15 November 2013 - 11:31 WIB
RAJA bidik pendapatan 2014 senilai USD222,7 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menargetkan pendapatan tumbuh sebesar 61,4 persen menjadi USD222,7 juta pada tahun 2014. Sementara perseroan menargetkan pendapatan akhir tahun ini bisa mencapai USD137,9 juta.
Direktur Utama RAJA Budiman Parhusip mengatakan, peningkatan pendapatan inididorong adanya peningkatan permintaan industri terhadap gas pada 2014, kenaikkan harga jual gas serta adanya penambahan pasokan gas sebanyak 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
"Kita optimis pendapatan perusahaan tahun depan meningkat 61,4 persen jadi USD222,7 juta. Permintaan gas dari industri di 2014 akan meningkat, kenaikkan harga jual gas, kemudian tahun depan juga akan ada penambahan pasokan gas sebanyak 5 MMSCFD. Tinggal menunggu surat persetujuan dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas)," ungkap Budiman dalam paparan publik di Hotel Intelcontinental, Jakarta, Jumat (15/11/2013).
Ketiga faktor pendorong tersebut, dia mengharapkan dapat berimbas positif pada laba bersih perseroan yang dipatok pertumbuhannya sekitar 33 persen menjadi USD7,4 juta dari proyeksi akhir tahun 2013.
"Kondisi tadi akan berimplikasi ke net income perusahaan yang ditargetkan meningkat 33 persen menjadi USD7,4 juta dari akhir 2013 sekitar USD5,5 juta," tambah dia.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total asset perusahaan ditargetkan tumbuh 6,09 persen menjadi USD164 juta pada tahun depan dari proyeksi akhir tahun ini sebesar USD154 juta.
Direktur Utama RAJA Budiman Parhusip mengatakan, peningkatan pendapatan inididorong adanya peningkatan permintaan industri terhadap gas pada 2014, kenaikkan harga jual gas serta adanya penambahan pasokan gas sebanyak 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
"Kita optimis pendapatan perusahaan tahun depan meningkat 61,4 persen jadi USD222,7 juta. Permintaan gas dari industri di 2014 akan meningkat, kenaikkan harga jual gas, kemudian tahun depan juga akan ada penambahan pasokan gas sebanyak 5 MMSCFD. Tinggal menunggu surat persetujuan dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas)," ungkap Budiman dalam paparan publik di Hotel Intelcontinental, Jakarta, Jumat (15/11/2013).
Ketiga faktor pendorong tersebut, dia mengharapkan dapat berimbas positif pada laba bersih perseroan yang dipatok pertumbuhannya sekitar 33 persen menjadi USD7,4 juta dari proyeksi akhir tahun 2013.
"Kondisi tadi akan berimplikasi ke net income perusahaan yang ditargetkan meningkat 33 persen menjadi USD7,4 juta dari akhir 2013 sekitar USD5,5 juta," tambah dia.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total asset perusahaan ditargetkan tumbuh 6,09 persen menjadi USD164 juta pada tahun depan dari proyeksi akhir tahun ini sebesar USD154 juta.
(rna)
Lihat Juga :