Terkait DNI, SBY tegaskan belum menjadi keputusan

Jum'at, 15 November 2013 - 11:39 WIB
Terkait DNI, SBY tegaskan...
Terkait DNI, SBY tegaskan belum menjadi keputusan
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan bahwa dirinya mengikuti perbincangan di ruang publik dan media massa terkait Daftar Negatif Investasi (DNI) yang seolah-olah sudah menjadi keputusan pemerintah atau presiden.

"Setelah dicek, jangankan pada tingkat presiden, pemikiran atau rencana ini juga belum dibahas pada tingkat Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Jelaskan kepada publik dengan gamblang bahwa itulah posisinya saat ini," kata SBY dikutip dari situs Setkab, Jumat (15/11/2013).

Sebelumnya diberitakan, meski pemerintah telah menerbitkan Daftar Negatif Investasi yang baru, namun bentuknya masih berupa draft yang masih perlu dibahas lebih lanjut.

"Ini kan seakan-akan sudah diputuskan. Itu usulan yang dibahas Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) dan dunia usaha, kemudian diusulkan pada eselon untuk dibahas, lalu dibawa ke rakor," terang Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan hasil rapat koordinasi telah dikembalikan lagi untuk dibahas lebih dalam dan kemudian diputuskan. "Itu yang berkembang dari usulan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan BKPM. Kan tidak diputuskan," jelas dia.

Pernyataan Hatta ini terkait dengan pemberitaan beberapa media yang menurut dia telah memberitakan seakan-akan revisi DNI telah diputuskan. "Jadi enggak boleh dikatakan kita sudah buka untuk asing. Wong belum ada keputusan. Gimana coba?" ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah masih berada dalam tahap finalisasi merevisi DNI. Kepala BKPM, Mahendra Siregar menyatakan hasil tersebut masih dalam bentuk draft dan masih akan didalami untuk kemudian dibahas lagi dalam rakor selanjutnya sebelum disampaikan ke presiden.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
8 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
8 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
8 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
9 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
10 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
10 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved