Rupiah diproyeksi masih akan melemah

Senin, 18 November 2013 - 08:38 WIB
Rupiah diproyeksi masih...
Rupiah diproyeksi masih akan melemah
A A A
Sindonews.com - Masih kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) di tengah pelemahan sejumlah mata uang regional memberi dampak pelemahan pada rupiah. Masih terdapatnya defisit pada neraca perdagangan juga memberi andil, rupiah enggan beranjak dari zona merah.

"Rupiah di atas target support Rp11.585. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.575-11.555 mengacu kurs tengah BI," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (18/11/2013).

Laju rupiah secara historikal kembali mengalami pelemahan meski terdapat sentimen positif dari testimoni pernyataan calon Gubernur The Fed Janet Yellen dihadapan pelaku pasar yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed.

Menurut Reza, tingginya defisit neraca pembayaran kuartal III/2013 senilai USD2,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,5 miliar membuat rupiah seolah kehilangan keyakinan untuk melaju positif.

"Selain itu, pelemahan rupiah juga terimbas dari masih melemahnya nilai tukar mata uang regional dan laju USD yang masih bergerak menguat seiring masih adanya kekhawatiran hasil pertemuan FOMC," ujar Reza.

Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.623/USD. Posisi ini melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.545/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari yang sama di level Rp11.561/USD atau terdepresiasi 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.546/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
47 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
5 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved