4.000 perusahaan tambang di Kaltim akan gunakan KA

Selasa, 19 November 2013 - 16:14 WIB
4.000 perusahaan tambang...
4.000 perusahaan tambang di Kaltim akan gunakan KA
A A A
Sindonews.com - Pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menggandeng investor asal Rusia, Russian Railways untuk membangun rel kereta api (KA) yang rencananya akan digunakan untuk angkutan industri seperti batu bara dan minyak sawit.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengaku sudah melakukan kunjungan kerja ke Rusia. Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut kerja sama yang disepakati sebelumnya, yakni pembangunan rel kereta api sepanjang 191 kilometer dari Kutai Barat hingga Balikpapan.

Russian Railways sendiri sudah membentuk PT Kalimantan Railways untuk menindakanjuti pembangunan rel kereta api tersebut. Rel kereta api ini akan melintasi lima kabupaten dan kota se-Kaltim.

"Bentuk nyata yang dilakukan pemerintah daerah adalah membantu PT Kalimantan Railways dalam pembebasan lahan untuk jalur rel kereta api berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku," kata Awang, Selasa (19/11/2013).

Dia mengatakan, para bupati dan wali kota terkait dalam pembangun rel kereta api ini masing-masing telah menyiapkan tim pembebasan lahan.

Nantinya, rel kereta api tahap awal ini akan melintasi tidak kurang dari 357 izin pertambangan batu bara yang terdiri dari 20 izin PKP2B dan 337 izin usaha pertambangan (IUP).

Pemprov Kaltim masih memiliki beberapa rencana pembangunan rel kereta api di sejumlah tempat. Jika ini terealisasi, sekitar 4.000 izin usaha pertambangan yang tersebar di Kaltim akan lebih banyak menggunakan jasa angkutan batu bara yang lebih aman dan ramah lingkungan tersebut.

Dalam rencana jangka panjang, Awang Faroek berharap agar transportasi kereta api kelak juga dapat mengangkut hasil produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan.

"Mimpi saya selanjutnya, masyarakat pedalaman juga bisa naik kereta api. Jangan hanya orang di Jawa saja yang bisa naik kereta api. Orang Kaltim juga bisa. Tapi kita harus bersabar, pelan-pelan kita rintis agar semua mimpi ini bisa diwujudkan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
43 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved