Dua kementerian ini diminta tindak tegas maskapai delay

Selasa, 19 November 2013 - 16:26 WIB
Dua kementerian ini...
Dua kementerian ini diminta tindak tegas maskapai delay
A A A
Sindonews.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) membuka kesempatan kepada konsumen yang ingin mengadukan seputar masalah seringnya keterlambatan (delay) jadwal maskapai penerbangan.

Karena selama ini, Menteri Negara BUMN dan Kementerian Perhubungan dinilai kurang tegas. Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, David Tobing menjelaskan, banyak maskapai penerbangan yang beralasan bahwa pesawat delay karena faktor cuaca.

Menurutnya, ternyata penyebab utama adalah faktor maskapai itu sendiri. David bahkan menilai bahwa selama ini Kemenhub terlalu royal memberikan jadwal dan rute penerbangan. Sehingga tak dihitung secara baik oleh maskapai pesawat itu sendiri dan jadwal yang ada menjadi dipaksakan.

"Jadwal mepet, akhirnya terjadi cross delay. Kemenhub jangan terlalu royal berikan rute dan jam bersamaan. Kapasitas Bandara Soekarno Hatta enggak memadai. Bahkan harus antre satu jam lalu take off. BUMN dan Kemenhub harus bertanggung jawab. Ini merugikan penumpang yang menggunakan waktu untuk bekerja," tegasnya dalam sebuah diskusi di Depok, Selasa (19/11/2013).

David mengatakan, selama ini memang sudah ada regulasi bahwa kompensasi harus dilakukan setiap maskapai sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada penumpang. Seperti memberikan makanan ringan, makanan besar, lalu menginap, dan ada asuransi, atau setelah empat jam penumpang mendapat ganti rugi Rp300 ribu.

"Tetapi ini pun masih dikurangi dan tak transparan," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa penumpang bisa menuntut ke jalur hukum. "Dirjen perhubungan harusnya sudah jelas dan ada sanksinya, ini pelanggaran terjadi delay," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Membela Palestina, 4...
Membela Palestina, 4 Negara Ini Tegas Mengusir Dubes Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved