Pemerintah bentuk satgas pembebasan lahan pembangkit

Selasa, 19 November 2013 - 16:31 WIB
Pemerintah bentuk satgas...
Pemerintah bentuk satgas pembebasan lahan pembangkit
A A A
Sindonews.com - Pemerintah membentuk tim satuan tugas (satgas) guna menyelesaikan pembebasan lahan yang hingga kini masih menjadi faktor utama penghambat pembangunan pembangkit listrik di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menuturkan, tim itu terkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Adapun tugas dari tim tersebut, diantaranya membantu PLN menyelesaikan urusan pembebasan lahan pembangkit dan transmisi ketenagalistrikan.

"Tim ini secepatnya akan segera dibentuk, konsepnya sudah ada. Kami berharap akhir tahun sudah terbentuk, sehingga tidak ada kendala lagi," kata Jarman saat acara International Conference Power Plant & Energy Jakarta Summit di Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Dia menjelaskan, pembentukan satgas pembebasan lahan pembangkit dan transmisi ini dimasukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2012-2021 PT PLN (Persero). Namun demikian, Jarman tidak menjelaskan proyek mana saja yang masih terkendala pembebasan lahan.

"Yang jelas hambatan itu ada karena melewati kawasan hutan, sehingga membutuhkan izin dari kehutanan. Harapannya dengan satgas ini nantinya proses izin tidak memakan waktu lama," kata Jarman.

Sementara untuk pembangunan transmisi ketenagalistrikan, satgas akan berkoordinasi dengan masyarakat. Hal itu guna melakukan penilaian lahan milik masyarakat.

"Masyarakat bisa melihat harga appraisal-nya berapa, kemudian dibicarakan bersama dengan tim satuan tugas, sehingga permasalahannya terselesaikan," kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rahmat Gobel mengatakan, pihaknya akan mendata wilayah mana saja yang belum menikmati listrik. Dia menargetkan, pendataan rampung akhir tahun ini.

"Setelah di data kemudian ditentukan jenis apa yang bisa dibangun di daerah tersebut dengan biaya rendah," ujar dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Pakai Kursi Roda, PNS...
Pakai Kursi Roda, PNS Kementerian ESDM Priyo Andi Gularso Diperiksa KPK
Penggeledahan Di Kantor...
Penggeledahan Di Kantor ESDM, Arifin Benarkan Terkait Dugaan Korupsi Tukin
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Anggaran Kementerian...
Anggaran Kementerian ESDM Dipotong Rp3,5 Triliun
KPK Geledah Kantor Kementerian...
KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM, Penyidik Bawa 2 koper
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
28 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved