Boediono akui ada yang tak senang e-Procurement
Rabu, 20 November 2013 - 11:48 WIB
Boediono akui ada yang tak senang e-Procurement
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono mengaku benar-benar paham bahwa pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-Procurement) akan membuat beberapa pihak yang tak terbiasa tidak senang.
Karena itu, dia meminta komitmen seluruh pimpinan instansi, mulai dari kementerian/lembaga, gubernur, hingga bupati serta wali kota untuk menjalankan program ini. Tujuannya agar kemajuan tidak tersandera pada kepentingan beberapa pihak tersebut.
"Memang sudah ada kepentingan yang telah mengakar. Tapi tidak mungkin kemajuan disandera oleh kepentingan tersebut," ujarnya di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (20/11/2013).
Wapres juga meminta sistem elektronik ini dilakukan, pasalnya hampir seluruh negara tetangga telah menggunakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik dan terbukti dapat menghemat anggaran mereka.
"Saya mohon pengertian, kalau mau maju kita harus mencoba untuk menggunakan sistem yang padat dalam tingkat antar negara," ujarnya.
Selain itu, apabila sistem pengadaan elektronik sudah dapat dimulai dan dipenuhi secara 100 persen di tingkat K/L dan 75 persen di tingkat daerah, maka hal tersebut akan menjadi warisan yang bagus bagi pemerintahan berikutnya.
"Kita ingin menyerahkan sesuatu yang ada artinya bagi bangsa ini," pungkas Boediono.
Karena itu, dia meminta komitmen seluruh pimpinan instansi, mulai dari kementerian/lembaga, gubernur, hingga bupati serta wali kota untuk menjalankan program ini. Tujuannya agar kemajuan tidak tersandera pada kepentingan beberapa pihak tersebut.
"Memang sudah ada kepentingan yang telah mengakar. Tapi tidak mungkin kemajuan disandera oleh kepentingan tersebut," ujarnya di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (20/11/2013).
Wapres juga meminta sistem elektronik ini dilakukan, pasalnya hampir seluruh negara tetangga telah menggunakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik dan terbukti dapat menghemat anggaran mereka.
"Saya mohon pengertian, kalau mau maju kita harus mencoba untuk menggunakan sistem yang padat dalam tingkat antar negara," ujarnya.
Selain itu, apabila sistem pengadaan elektronik sudah dapat dimulai dan dipenuhi secara 100 persen di tingkat K/L dan 75 persen di tingkat daerah, maka hal tersebut akan menjadi warisan yang bagus bagi pemerintahan berikutnya.
"Kita ingin menyerahkan sesuatu yang ada artinya bagi bangsa ini," pungkas Boediono.
(izz)
Lihat Juga :