Harga minyak di perdagangan Asia menguat

Rabu, 20 November 2013 - 12:25 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia menguat
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini menguat, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tidak yakin kesepakatan program nuklir Iran bisa dicapai pekan ini.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 31 sen menjadi USD93,65 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, menambah 32 sen menjadi USD107,24 per barel.

"Pengamat pasar meragukan pengurangan sanksi (Iran) dalam waktu dekat," ujar analis CMC Markets, Singapura Desmond Chua, seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/11/2013).

Harga naik meskipun perkiraan laporan Departemen Energi AS menunjukkan stok minyak mentah akan kembali meningkat untuk pekan kesembilan berturut-turut.

Iran, produsen minyak utama telah menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat dicapai di Jenewa dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman, yang dikenal sebagai kelompok P5+1.

Pembicaraan bertujuan untuk meyakinkan Iran memutar kembali program nuklir, dimana Teheran dituduh akan menggunakannya untuk membangun senjata nuklir. Sebagai gantinya, mereka menawarkan bantuan atas sanksi yang diberikan.

"Saya pikir ada kemungkinan untuk sukses," kata Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif setelah bertemu dengan rekannya dari Italia, Emma Bonino di Roma.

"Saya pergi ke Jenewa dengan tekad keluar dengan kesepakatan pada akhir putaran ini," tegasnya.

Namun, Obama menanggapinya dengan nada hati-hati, dengan bersikeras bantuan apapun dari sanksi - yang mencakup larangan ekspor minyak - di bawah perjanjian interim terbatas.

"Saya tidak tahu apakah kita akan mampu menutup kesepakatan pekan ini atau pekan depan," kata Obama kepada Wall Street Journal dalam forum CEO.

Obama telah meminta senator untuk menunda sanksi baru terhadap Iran selama negosiasi, kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
25 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved