Stok raskin DIY aman sampai 5 bulan ke depan
Rabu, 20 November 2013 - 12:48 WIB
Stok raskin DIY aman sampai 5 bulan ke depan
A
A
A
Sindonews.com - Stok beras di Bulog Drive DIY sebesar 22.170 ton. Stok ini cukup untuk penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) sampai dengan lima bulan ke depan.
Sampai saat ini, sudah tersalurkan raskin sebanyak 58.498 ton dari rencana penyaluran sebanyak 64.880 ton. Sedangkan jumlah penerima raskin di DIY sebanyak 288.391 kepala keluarga (KK).
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Djoko Raharto mengatakan, penyaluran raskin yang rutin dilakukan tiap bulan, ikut menjaga stabilitas harga beras di DIY. "Harga tetap stabil, karena juga didukung stok yang berlimpah," katanya, Rabu (20/11/2013).
Secara umum, hasil pantaun TPID DIY, harga-harga di pasaran mengalami penurunan seperti cabe-cabean sejalan dengan meningkatnya pasokan cabe di pasar Kramat Jati Jakarta. "Komoditas seperti bawang putih, telur ayam broiler, daging ayam, dan gula pasir terpantau menurun," jelasnya.
Sedangkan komoditas yang harganya terpantau meningkat adalah bawang merah dan minyak goreng. Harga bawang merah meningkat karena produk bawang merah DIY yang kualitasnya bagus banyak dikirim ke daerah lain dengan harga yang lebih menarik. "Harga minyak goreng meningkat karena pasokan agak berkurang," imbuh Djoko.
Sampai saat ini, sudah tersalurkan raskin sebanyak 58.498 ton dari rencana penyaluran sebanyak 64.880 ton. Sedangkan jumlah penerima raskin di DIY sebanyak 288.391 kepala keluarga (KK).
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Djoko Raharto mengatakan, penyaluran raskin yang rutin dilakukan tiap bulan, ikut menjaga stabilitas harga beras di DIY. "Harga tetap stabil, karena juga didukung stok yang berlimpah," katanya, Rabu (20/11/2013).
Secara umum, hasil pantaun TPID DIY, harga-harga di pasaran mengalami penurunan seperti cabe-cabean sejalan dengan meningkatnya pasokan cabe di pasar Kramat Jati Jakarta. "Komoditas seperti bawang putih, telur ayam broiler, daging ayam, dan gula pasir terpantau menurun," jelasnya.
Sedangkan komoditas yang harganya terpantau meningkat adalah bawang merah dan minyak goreng. Harga bawang merah meningkat karena produk bawang merah DIY yang kualitasnya bagus banyak dikirim ke daerah lain dengan harga yang lebih menarik. "Harga minyak goreng meningkat karena pasokan agak berkurang," imbuh Djoko.
(gpr)
Lihat Juga :