Harga minyak di perdagangan Asia turun

Kamis, 21 November 2013 - 12:27 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia turun
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia turun di tengah pembukaan pembicaraan antara Iran dan kekuatan utama di Jenewa, Swiss. Sementara tanda-tanda meningkatnya permintaan AS gagal meningkatkan kontrak utama New York.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), dengan kontrak baru Januari jatuh 21 sen menjadi USD93,64 per barel. Sementara patokan minyak Eropa, Brent untuk Januari turun 28 sen menjadi USD107,78 per barel.

Tan Chee Tat, analis investasi Phillip Futures, Singapura mengatakan, prospek kesepakatan dengan Iran menempatkan tekanan pada harga.

"Tampaknya tidak konklusif seperti sekarang tapi kebanyakan orang Amerika mendukung kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan," kata Tat, seperti dilansir dari AFP, Kamis (21/11/2013).

"Ini menghasilkan sentimen positif. Sanksi baru tampaknya tidak akan dikenakan, sehingga keprihatinan atas minyak mentah Iran masuk ke pasar menambah tekanan terhadap harga minyak," tambahnya.

Kelompok P5+1, yakni Inggris, China, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat ditambah Jerman ingin Iran menutup bagian-bagian tertentu dari program energi nuklirnya, yang dicurigai Barat untuk pengembangan senjata. Namun, Iran membantah tuduhan itu.

Kedua belah pihak memulai kembali perundingan, Rabu waktu setempat, yang bertujuan mencapai kesepakatan bersejarah meskipun pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Teheran telah bersumpah tidak mundur satu langkah.

Sidang pleno pembukaan di Jenewa berlangsung kurang dari 10 menit dan digambarkan diplomat sebagai "pengantar" pertemuan sebelum delegasi menuju ke pembicaraan bilateral.

Di Amerika Serikat, Departemen Energi melaporkan persediaan dalam negeri telah naik 400.000 barel untuk minggu sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar kenaikan 700.000 barel. Di tengah permintaan kuat mengejutkan, harga minyak di pasar masih bearish.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved