Brand lokal membutuhkan proteksi pemerintah

Kamis, 21 November 2013 - 19:43 WIB
Brand lokal membutuhkan...
Brand lokal membutuhkan proteksi pemerintah
A A A
Sindonews.com - Kesadaran tentang pengembangan brand atau merek di perusahaan tanah air masih sangat memprihatinkan. Peran pemerintah sangat diperlukan untuk memproteksi brand dalam negeri, khususnya di industri strategis.

Pengamat marketing CEO Frontier Handi Irawan mengatakan, dalam 14 tahun terakhir brand perusahaan lokal terancam punah. Perusahaan lokal disebutnya memiliki cakupan maksimal dua provinsi, sedangkan perusahaan nasional di cakupan tiga provinsi. Hal ini disebabnya karena pemerintah tidak serius dalam memproteksi perkembangan brand lokal.

"Peran pemerintah sangat minim sekali bahkan tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi. Beda dengan pemerintah di luar negeri yang mendorong brand perusahaan lokalnya tumbuh," ujar Handi dalam diskusi terbatas mengenai tantangan brand dalam negeri di kantor redaksi KORAN SINDO, Kamis (21/11/2013).

Dia menyampaikan, setidaknya terdapat 13 faktor yang bisa mematikan brand dalam negeri. Salah satu yang disebutnya ialah kualitas dan orientasi pemilik modal perusahaan tersebut.

Hal ini dicontohkannya untuk kampus Bina Sarana Informatika (BSI) yang dinilainya untuk saat ini sudah memiliki pangsa pasar. Namun dalam jangka panjang sebaiknya stakeholder harus meningkatkan investasinya apabila brandnya ingin berkembang.

"Untuk saat ini mungkin bisa bersaing, namun dalam jangka panjang tergantung stakeholder untuk meningkatkan investasinya. Karena brand kampus bisa kuat dengan menghasilkan lulusan yang terjaga kualitasnya," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengingatkan, campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan dalam memproteksi brand dalam negeri. Hal ini bisa dilihat dari negara maju seperti China yang sangat membatasi brand asing di industri perbankan negaranya.

Pemerintah harus membantu dalam pengembangan dan edukasi kepada para pemilik usaha. Sementara di dalam negeri banyak brand yang bagus namun dijual ke pihak asing. Perusahaan seperti Grup Astra dinilainya besar dengan mengandalkan pembelian brand-brand yang potensial.

"Banyak yang tidak menyadari potensi brand domestik ketika menjualnya. Namun ternyata harganya justru berlipat ganda ketika sudah dijual. Negara seperti AS bisa dengan mudah melunasi utangnya hanya dengan menjual 10 brand perusahaan di negaranya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, Bryan Tilaar. Perusahaan harus mengerti pentingnya investasi pengembangan brand. Namun hal ini juga harus diikuti dengan dampak yang terukur terhadap kinerja perusahaan. Selain itu juga peran pemerintah disebutnya membutuhkan pembelajaran bagaimana melihat pentingnya pengembangan brand.

"Insentif pajak sebaiknya diberikan kepada brand untuk berkembang. Pemerintah belum memiliki wawasan dalam memproteksi brand," ujar Bryan dalam kesempatan yang sama.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Logo Terkenal Dunia...
10 Logo Terkenal Dunia dan Pesan Tersembunyi di Baliknya
Desain Kemasan Ayam...
Desain Kemasan Ayam Geprek Ruben Onsu Belum Ada Pembaruan
Toyota Kembali Kalahkan...
Toyota Kembali Kalahkan Mercedes, BMW, dan Tesla di Merek Terbaik 2023 Versi Interbrand
Ajib! Punya Nilai Merek...
Ajib! Punya Nilai Merek Rp339 Triliun, BCA Masuk Jajaran Perusahaan Elite di ASEAN
GDPS Daftarkan Paten...
GDPS Daftarkan Paten Branding ke KemenkumHAM
UMKM Perlu Dukungan...
UMKM Perlu Dukungan Kemudahan Perizinan dan Perlindungan Merek
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
11 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
46 menit yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
1 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
2 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
11 jam yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved