Pengusaha jatim khawatir kerja sama dengan Australia

Jum'at, 22 November 2013 - 16:18 WIB
Pengusaha jatim khawatir...
Pengusaha jatim khawatir kerja sama dengan Australia
A A A
Sindonews.com - Imbas penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Indonesia membuat hubungan bilateral dua negara ini semakin memanas. Ancaman embargo sempat dilontarkan Indonesia terhadap komoditas peternakkan terutama Sapi.

Memanasnya hubungan dua negara ini juga berdampak bagi Jawa Timur (Jatim). Provinsi Jatim sudah ada hubungan dengan negara Australia bagian Barat sejak 1984.

"Jawa Timur memang sudah ada hubungan dengan Australia sejak lama. Hubungan itu kerja sama Goverment to Goverment (G to G)," kata Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Jawa Timur, Hadi Prasetyo, Jumat (22/11/2013).

Dia mencontohkan, beberapa kerja sama yang dijalin yaitu bidang tukar menukar Budaya. Ada juga di bidang pendidikan melalui program pertukaran pelajar. Termasuk sejumlah lembaga pendidikan Australia yang membuka pembelajaran di Jatim.

"Bahkan perwakilan Australia Barat juga membuka kantor perwakilan di Surabaya," katanya.

Hadi mengatakan, memanasnya hubungan dua negara ini juga berimbas kepada Jatim meski tidak signifikan. Untuk pemerintah daerah yang menjalin kerja sama pasti akan wait and see atmosfir politik itu.

"Menurut saya yang terpengaruh adalah ketika ada pemerintah daerah masing-masing negara hendak melakukan kunjungan resmi pasti akan terhambat. Mereka pasti menunggu hubungan dua negara ini kembali pulih," katanya.

Sementara, untuk hubungan Business to Business (B to B) tidak begitu terpengaruh. Karena pelakunya adalah swasta yang sudah terikat kontrak dan perjanjian. Tapi kondisi seperti ini juga membuat was was para pengusaha di Jatim yang menjalin kerja sama dengan Australia.

Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, neraca perdagangan Jawa Timur-Australia selama kurun waktu 2008-2012 menunjukkan flunktuatif. Sedangkan pada 2008 dan 2010 terjadi surplus bagi Jatim. Pada 2009 dan 2011, serta 2012 terjadi defisit bagi Jatim.

Pada 2012, nilai perdagangan ekspor Jawa Timur ke Australia sebesar USD374,71 juta. Tahun yang sama nilai impornya sebesar USD761,55 juta. Kemduian pada Semester I/2013 nilai perdagangan ekspor sebesar USD182,29 juta dan impornya sebesar USD355,33 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI dan Australia Jalin...
RI dan Australia Jalin Kerjasama Pengembangan Energi Hijau
Di Pertemuan ASEAN-Australia,...
Di Pertemuan ASEAN-Australia, RI Dorong Kerjasama Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19
Denpasar-Darwin Pererat...
Denpasar-Darwin Pererat Kerja Sama Sister City di Pariwisata dan SDM
Kerjasama AS-Australia...
Kerjasama AS-Australia Ciptakan Senjata Hipersonik
Kembali Mesra, Australia-Prancis...
Kembali Mesra, Australia-Prancis Perkuat Kerjasama Pertahanan
Australia Tertarik Kerjasama...
Australia Tertarik Kerjasama Pengembangan Vaksin dengan Indonesia
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved