Perusahaan properti di China utang pajak USD623 M

Senin, 25 November 2013 - 16:25 WIB
Perusahaan properti...
Perusahaan properti di China utang pajak USD623 M
A A A
Sindonews.com - Pengembang properti di China dilaporkan berutang sebesar 3,8 triliun yuan (USD623 miliar) dalam bentuk pajak. Hal ini meningkatkan badai kontroversi di tengah sensitivitas harga perumahan yang tinggi.

Dilansir dari AFP, Senin (25/11/2013), dalam program mingguan konsumen, China Central Television (CCTV ) mengatakan, perusahaan properti harus membayar lebih dari 4,6 triliun yuan pajak tanah 2005-2012, tapi pemerintah hanya dapat mengumpulkan 800 miliar yuan.

Laporan mengutip laporan pengacara Li Jinsong sebagai sumber. Pengacara dari Beijing Yitong Law Firm itu sebelumnya mengangkat tuduhan, namun belum pernah di angkat secara besar oleh media pemerintah China.

Laporan CCTV tidak memberikan total perusahaan yang diduga gagal membayar pajak, tetapi mereka mengatakan termasuk 45 pengembang properti di China yang terdaftar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Pengembang properti memaksa kenaikan harga rumah ke tingkat tinggi," kata Lili277, salah seorang pengguna microblog Weibo (setara Twitter di China).

Seorang kepala perusahaan yang dituduh mengancam akan menuntut CCTV. "Saya hanya tahu kebodohan dan ketidaktahuan CCTV setelah melihat laporan ini. Aku sedang belajar bagaimana publik menuntut CCTV," kata Ren Zhiqiang, ketua Huayuan Property dalam microblog-nya.

CCTV sebelumnya mengangkat isu lain atas masalah konsumen di Cina, termasuk teknologi dari Apple atas kebijakan garansi dan perusahaan mobil Jerman Volkswagen terkait kualitas.

Awal tahun ini, pemerintah China telah menyelidiki perusahaan asing atas harga di sektor susu formula bayi dan farmasi, di tengah penyelidikan suap GlaxoSmithKline Inggris.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved