Dow Jones berakhir naik tipis

Selasa, 26 November 2013 - 08:45 WIB
Dow Jones berakhir naik...
Dow Jones berakhir naik tipis
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow Jones naik tipis dan berakhir pada rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat. Sedangkan Nasdaq sempat melonjak ke atas level 4.000 untuk kali pertama dalam 13 tahun, namun berakhir di bawah level tersebut.

Saham Wal-Mart Stores Inc (WMT.N) naik 0,8 persen menjadi USD80,43 setelah menyatakan bahwa perusahaan sudah memilih kepala eksekutif baru. Saham Wal Mart merupakan salah satu saham dengan kinerja terbaik di indeks Dow.

Sementara saham energi tergelincir menyusul kesepakatan negara barat akan mengurangi sanksi terhadap produsen minyak Iran. Indeks sektor energi di indeks S&P menyusut 0,8 persen.

Sedangkan saham sosial media terkoreksi. Saham Facebook (FB.O) turun 3,1 persen menjadi USD44,82, saham Yelp (YELP.N) turun 6,7 persen menjadi USD58,20 dan saham Twitter (TWTR.N) terkoreksi 4,7 persen menjadi USD39,06.

Volume perdagangan diperkirakan akan minim pada pekan ini menjelang hari libur Thanksgiving AS pada Kamis mendatang, yang dianggap sebagai awal dari musim belanja liburan.

Sementara perjanjian antara dunia dan Iran untuk membatasi program nuklir Iran diperkirakan akan memberi sentimen positif, meski tidak meningkatkan ekspor minyak Iran. Minyak mentah AS turun 75 sen atau sekitar 0,79 persen menjadi USD94,09 per barel.

"Berkurangnya ketegangan di Timur Tengah selalu berimbas positif dan setiap penurunan harga gas akan meringankan pajak bagi konsumen, yang akan memasuki musim belanja liburan. Ini akan memberi manfaat nyata bagi perekonomian," kata Chief Executive Duncan Financial Management St Louis Jeff Duncan seperti dilansir Reuters, Selasa (26/11/2013).

Semalam, indeks Dow Jones naik 7.77 poin atau 0,05 persen menjadi 16.072,54; indeks S&P 500 merosot 2,28 poin atau 0,13 persen menjadi 1.802,48 dan Nasdaq naik 2,924 poin atau 0,07 persen menjadi 3,994.573.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
45 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
51 menit yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
2 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved