Harga minyak di Asia bervariasi

Selasa, 26 November 2013 - 12:53 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia bervariasi
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi (mixed), karena kekhawatiran meningkatnya pasokan dari Iran berkurang, di tengah skeptisisme perjanjian internasional mengenai program nuklir negara tersebut.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 30 sen menjadi USD94,39 per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, lebih rendah 19 sen di angka 110,81 per barel.

Minyak turun tajam pada jam perdagangan di Asia, Senin (25/11/2013), sebagai reaksi terhadap kesepakatan pada Minggu, di mana negara-negara besar dan Iran sepakat untuk beberapa bantuan sanksi sederhana dalam pertukaran pengawasan ketat terhadap program nuklir Teheran.

"Penjualan awal datang spontan atas pelonggaran dari build-up premi risiko geopolitik," kata Desmond Chua, analis pasar CMC Markets Singapura, seperti dilansir dari AFP.

"Meskipun demikian, penurunan itu berumur pendek karena para pedagang mengerti bahwa kesepakatan tersebut tidak akan melihat peningkatan pasokan minyak," tambahnya.

Kesepakatan antara Iran dan negara utama yang disebut P5+1, yaitu Amerika Serikat, China, Perancis, Inggris, Rusia dan Jerman di Jenewa, Swiss, akan memberikan sekitar USD7 miliar (5,17 miliar euro) bantuan ke Iran (menurut perkiraan AS), dan hanya akan berlaku selama enam bulan. Sementara solusi jangka panjang masih dinegosiasikan.

Hal ini termasuk memberikan Iran akses sangat terbatas untuk pendapatan minyak dan penjualan lainnya yang dibekukan di bank-bank luar negeri, untuk tujuan kemanusiaan. Sementara kesepakatan melindungi ekspor minyak negara itu pada level saat ini tidak memungkinkan untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Republik Islam itu telah lumpuh oleh serangkaian sanksi PBB dan AS, yang bertujuan mengakhiri program nuklir pemerintah Teheran, yang dituduh Barat digunakan untuk mengembangkan senjata atom. Namun, Iran membantah tudingan itu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved