Hatta: Pulau Jawa krisis air, kita butuh EBT

Selasa, 26 November 2013 - 13:12 WIB
Hatta: Pulau Jawa krisis...
Hatta: Pulau Jawa krisis air, kita butuh EBT
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengungkapkan, bahwa permasalahan lingkungan dan pemanasan global berdampak pada isu ancaman ketahanan pangan, termasuk bagi Indonesia.

Menurut Hatta, tidak hanya krisis air bersih, tetapi dia juga mengungkapkan bahwa pulau Jawa saat ini dihadapkan pada masalah defisit neraca air secara serius.

"Integritas neraca daya dukung lingkungan jadi upaya tersendiri, kami berupaya mendorong percepatan ekonomi. Terutama Jawa yang mengalami defisit air serius bahkan tanpa perubahan iklim sekalipun," ujarnya dalam diskusi masalah banjir di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (26/11/2013).

Hatta menjelaskan pulau Jawa sudah defisit krisis air, khususnya di sepanjang pantai Jawa. Bukan hanya krisis air bersih saja, tetapi krisis sumber daya air.

"Defisit neraca air sebenarnya sudah kita hindari. Kami berupaya kelola dengan cerdas dan bijak. Wilayah Jabodetabek ini misalnya, sudah menjadi wilayah stres ekologis. 10 juta masyarakat ber KTP, 4 juta masuk ke Jakarta, 14 jutaan siang hari," jelasnya.

Menurutnya, dengan penduduk Jabodetabek sebanyak 28 juta, intenitas ekonomi wilayah tersebut menjadi paling dinamis. Namun wilayah itu juga dihadapkan pada stres hidrologi serius.

"Pada 2010 Jabodetabek butuh 40,8 m3 air per detik. Butuh per hari 7 m3 per detik, DKI defisit 29 m3 per detik, semua tunjukan trend defisit melebar," paparnya.

Hari ini, lanjut Hatta, energi consumtion mencapai 3,5 juta barel oil ekuivalen. Sementara yang dimiliki Indonesia sebanyak 6 juta barel ekuivalen. Namun pada 2025, Indonesia membutuhkan 9 juta barel ekuivalen.

"Karena itu, kita butuh energi baru terbarukan (EBT). Defisit akan menganga kalau tak berani bertindak, saya tegaskan, saya akan mendukung penuh DKI," pungkas Hatta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved