Rupiah ditutup merosot ke Rp11.765/USD
Selasa, 26 November 2013 - 16:26 WIB
Rupiah ditutup merosot ke Rp11.765/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini merosot seiring keluarnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 4.300 pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp11.765/USD. Posisi tersebut merosot signifikan mencapai 225 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp11.510/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka stagnan dengan posisi penutupan kemarin di level Rp11.510/USD. Adapun, rupiah terlemah hari ini di level Rp11.798/USD, sedangkan terkuat berada di level Rp11.510/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini pada level Rp11.773/USD atau terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.738/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.770/USD, dengan kisaran harian Rp11.763-11.790/USD. Posisi ini anjlok 122 poin dibanding Senin (25/11/2013) di level Rp11.648/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.765/USD atau melemah 43 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.722/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi oleh gerak IHSG yang negatif. Sementara lelang sukuk reguler dengan target Rp1 triliun dengan menawarkan satu seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan tiga seri Project Based Sukuk (PBS) belum mampu memberi sentimen positif terhadap rupiah.
"Intensitas dolar yang meningkat di dalam negeri tetap mengancam pergerakan rupiah," kata dia, Selasa (26/11/2013).
IHSG sore ini ditutup terjungkal 99,54 poin atau 2,3 persen ke level 4.235,26 karena ditekan aksi jual. Semua sektor memerah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor konsumer yang turun 2,90 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 5,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp238,95 miliar. Tercatat sebanyak 41 saham naik, 243 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp11.765/USD. Posisi tersebut merosot signifikan mencapai 225 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp11.510/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka stagnan dengan posisi penutupan kemarin di level Rp11.510/USD. Adapun, rupiah terlemah hari ini di level Rp11.798/USD, sedangkan terkuat berada di level Rp11.510/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini pada level Rp11.773/USD atau terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.738/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.770/USD, dengan kisaran harian Rp11.763-11.790/USD. Posisi ini anjlok 122 poin dibanding Senin (25/11/2013) di level Rp11.648/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.765/USD atau melemah 43 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.722/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi oleh gerak IHSG yang negatif. Sementara lelang sukuk reguler dengan target Rp1 triliun dengan menawarkan satu seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan tiga seri Project Based Sukuk (PBS) belum mampu memberi sentimen positif terhadap rupiah.
"Intensitas dolar yang meningkat di dalam negeri tetap mengancam pergerakan rupiah," kata dia, Selasa (26/11/2013).
IHSG sore ini ditutup terjungkal 99,54 poin atau 2,3 persen ke level 4.235,26 karena ditekan aksi jual. Semua sektor memerah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor konsumer yang turun 2,90 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 5,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp238,95 miliar. Tercatat sebanyak 41 saham naik, 243 saham melemah dan 72 saham stagnan.
(rna)