Rupiah diproyeksi masih akan terdepresiasi
Rabu, 27 November 2013 - 08:56 WIB
Rupiah diproyeksi masih akan terdepresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Laju nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih belum bisa membuat pasar tersenyum lantaran masih berada di bawah target support Rp11.745/USD.
"Rupiah dibawah target support Rp11.745/USD. Nilai tukar rupiah terhadap USD diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp11.745-11.788/USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (27/11/2013).
Padahal, Reza menjelaskan, laju USD mengalami pelemahan dibandingkan dengan mata uang yen pasca dirilisnya komentar beberapa pejabat BoJ yang mengatakan masih adanya risiko dan ketidakpastian pada ekonomi Jepang, namun tetap saja rupiah bergerak melemah.
"Bahkan sentimen positif dari terapresiasinya euro setelah PboC mengangap pentingnya mengatur cadangan devisa dalam bentuk Euro juga tidak berpengaruh pada pelemahan rupiah," tutur dia.
Dari dalam negeri, tidak tercapainya target lelang obligasi pemerintah dalam bentuk USD turut menyumbang sentimen negatif bagi laju rupiah yang bergerak melemah.
"Pemerintah menargetkan lelang dapat tercapai senilai USD450 juta, namun yang tercapai hanya USD190 juta," kata dia.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.765/USD. Posisi tersebut merosot signifikan mencapai 225 poin dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp11.510/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin di level Rp11.765/USD atau melemah 43 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.722/USD.
"Rupiah dibawah target support Rp11.745/USD. Nilai tukar rupiah terhadap USD diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp11.745-11.788/USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (27/11/2013).
Padahal, Reza menjelaskan, laju USD mengalami pelemahan dibandingkan dengan mata uang yen pasca dirilisnya komentar beberapa pejabat BoJ yang mengatakan masih adanya risiko dan ketidakpastian pada ekonomi Jepang, namun tetap saja rupiah bergerak melemah.
"Bahkan sentimen positif dari terapresiasinya euro setelah PboC mengangap pentingnya mengatur cadangan devisa dalam bentuk Euro juga tidak berpengaruh pada pelemahan rupiah," tutur dia.
Dari dalam negeri, tidak tercapainya target lelang obligasi pemerintah dalam bentuk USD turut menyumbang sentimen negatif bagi laju rupiah yang bergerak melemah.
"Pemerintah menargetkan lelang dapat tercapai senilai USD450 juta, namun yang tercapai hanya USD190 juta," kata dia.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.765/USD. Posisi tersebut merosot signifikan mencapai 225 poin dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp11.510/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin di level Rp11.765/USD atau melemah 43 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.722/USD.
(rna)