Ini saran Agus Marto agar impor BBM berkurang
Rabu, 27 November 2013 - 14:26 WIB
Ini saran Agus Marto agar impor BBM berkurang
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau pemerintah agar segera menerapkan kebijakan-kebijakan untuk menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang amat membebani transaksi berjalan.
Salah satu yang diharapkan Agus dapat dilakukan adalah meningkatkan pajak progresif kendaraan bermotor, perluasan kewajiban asuransi kendaraan bermotor, dan juga pengetatan emisi gas buang kendaraan bermotor.
"Hal tersebut menurut kami (BI) adalah beberapa inisiatif untuk mengurangi konsumsi BBM yang bisa ditempuh pemerintah," ujar Agus di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Agus menyarankan hal tersebut, pasalnya peningkatan konsumsi BBM berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor.
"Sekitar 20 persen dari total impor kita merupakan impor barang-barang yang berkaitan dengan konsumsi BBM dan juga kendaraan bermotor," terang Agus.
Selain itu Agus juga mendesak pemerintah agar segera melakukan reformasi energi dan menggenjot investasi di sektor migas yang berorientasi pemenuhan pasar domestik dan juga ekspor.
"Serta kita juga harus segera menggalakkan penggunaan energi alternatif dan juga energi terbarukan," pungkas Agus.
Salah satu yang diharapkan Agus dapat dilakukan adalah meningkatkan pajak progresif kendaraan bermotor, perluasan kewajiban asuransi kendaraan bermotor, dan juga pengetatan emisi gas buang kendaraan bermotor.
"Hal tersebut menurut kami (BI) adalah beberapa inisiatif untuk mengurangi konsumsi BBM yang bisa ditempuh pemerintah," ujar Agus di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Agus menyarankan hal tersebut, pasalnya peningkatan konsumsi BBM berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor.
"Sekitar 20 persen dari total impor kita merupakan impor barang-barang yang berkaitan dengan konsumsi BBM dan juga kendaraan bermotor," terang Agus.
Selain itu Agus juga mendesak pemerintah agar segera melakukan reformasi energi dan menggenjot investasi di sektor migas yang berorientasi pemenuhan pasar domestik dan juga ekspor.
"Serta kita juga harus segera menggalakkan penggunaan energi alternatif dan juga energi terbarukan," pungkas Agus.
(gpr)
Lihat Juga :