Kemungkinan tipis rupiah tembus Rp12.000/USD
Rabu, 27 November 2013 - 15:16 WIB
Kemungkinan tipis rupiah tembus Rp12.000/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami koreksi terus menerus hingga menembus kisaran Rp11.800/USD pada siang hari ini. Kemungkinan rupiah menyentuh level Rp12.000 terbuka, namun potensinya tipis.
Pengamat pasar valuta asing (valas) Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, posisi rupiah bisa saja menembus level Rp12.000/USD karena posisi saat ini sudah di ambang level tersebut. Namun, dia meyakini bahwa Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi agar rupiah tidak terjungkal ke level tersebut.
"Untuk sampai ke Rp12.000 itu mungkin saja, tapi kemungkinannya tipis karena BI juga masih aktif melakukan intervensi," kata dia kepada Sindonews, Rabu (27/11/2013).
Intervensi BI tersebut terlihat pada posisi rupiah yang biasanya membaik di akhir perdagangan dibanding pada sesi pembukaan atau siang hari. Dia mencontohkan, jika pada sesi siang rupiah sudah menyentuh Rp11.700 atau Rp11.800, di sore hari penutupan bisa kembali ke Rp11.500.
"Karena BI masih nyaman di zona Rp11.500 itu," ujar dia.
Dia berpendapat, intervensi yang dilakukan BI bersifat jangka menengah sampai panjang. Sementara untuk jangka pendek, pergerakan rupiah masih menunggu sentimen positif ditetapkannya pemangkasan stimulus ekonomi (tapering off) di Amerika Serikat (AS).
Menurut Rully, yang menajdi sentimen negatif melemahnya rupiah terus menerus karena masih belum pastinya jadwal pelaksanaan tapering off. Sementara dari dalam negeri, data ekonomi makin membebani langkah mata uang domestik untuk beranjak positif dari posisinya saat ini yang tengah berada pada tren pelemahan.
"Market masih menunggu data ekonomi tanggal 1 Desember (2013) nanti. Perkiraan masih akan defisit, itu kekhawatirannya di situ. Ekspektasi market masih akan ada defisit neraca berjalan bulan November karena masih tingginya permintaan bahan bakar minyak (BBM)," tutur dia.
Posisi rupiah siang ini menyentuh kisaran Rp11.800/USD. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg siang ini berada di level Rp11.829/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp11.765/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.813/USD atau terdepresiasi 48 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.765/USD.
Pengamat pasar valuta asing (valas) Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, posisi rupiah bisa saja menembus level Rp12.000/USD karena posisi saat ini sudah di ambang level tersebut. Namun, dia meyakini bahwa Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi agar rupiah tidak terjungkal ke level tersebut.
"Untuk sampai ke Rp12.000 itu mungkin saja, tapi kemungkinannya tipis karena BI juga masih aktif melakukan intervensi," kata dia kepada Sindonews, Rabu (27/11/2013).
Intervensi BI tersebut terlihat pada posisi rupiah yang biasanya membaik di akhir perdagangan dibanding pada sesi pembukaan atau siang hari. Dia mencontohkan, jika pada sesi siang rupiah sudah menyentuh Rp11.700 atau Rp11.800, di sore hari penutupan bisa kembali ke Rp11.500.
"Karena BI masih nyaman di zona Rp11.500 itu," ujar dia.
Dia berpendapat, intervensi yang dilakukan BI bersifat jangka menengah sampai panjang. Sementara untuk jangka pendek, pergerakan rupiah masih menunggu sentimen positif ditetapkannya pemangkasan stimulus ekonomi (tapering off) di Amerika Serikat (AS).
Menurut Rully, yang menajdi sentimen negatif melemahnya rupiah terus menerus karena masih belum pastinya jadwal pelaksanaan tapering off. Sementara dari dalam negeri, data ekonomi makin membebani langkah mata uang domestik untuk beranjak positif dari posisinya saat ini yang tengah berada pada tren pelemahan.
"Market masih menunggu data ekonomi tanggal 1 Desember (2013) nanti. Perkiraan masih akan defisit, itu kekhawatirannya di situ. Ekspektasi market masih akan ada defisit neraca berjalan bulan November karena masih tingginya permintaan bahan bakar minyak (BBM)," tutur dia.
Posisi rupiah siang ini menyentuh kisaran Rp11.800/USD. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg siang ini berada di level Rp11.829/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp11.765/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.813/USD atau terdepresiasi 48 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.765/USD.
(rna)