Rupiah tertekan sentimen domestik

Kamis, 28 November 2013 - 08:43 WIB
Rupiah tertekan sentimen...
Rupiah tertekan sentimen domestik
A A A
Sindonews.com - Pada perdagangan dua hari terakhir di bulan November ini, laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bukannya membaik malah tambah tidak menarik seiring pergerakannya yang membuat mood pelaku pasar langsung hilang.

"Laju rupiah makin di bawah target support Rp11.788/USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.820-11.777/USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (28/11/2013).

Padahal, sentimen yang berhembus dari laju euro yang bergerak positif seiring rilis tercapainya kesepakatan koalisi terhadap peningkatan upah dan pengeluaran tanpa menambah, sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan permintaan untuk aset daerah, yang harusnya dapat direspon positif rupiah.

Sayangnya, masih negatifnya penilaian pelaku pasar terhadap fundamental perekonomian dalam negeri sendiri justru menjadi biang keladi rupiah masih betah di zona merah.

"Penilaian pelaku pasar terhadap neraca perdagangan dan pembayaran Indonesia karena jelang akhir bulan ini turut menambah sentimen pelemahan rupiah," ujar dia.

Pernyataan serupa dilontarkan pengamat pasar valuta asing (valas) Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto yang mengatakan bahwa data ekonomi yang datang dari dalam negeri sendiri semakin melengkapi kombinasi sentimen negatif yang ada, di samping sentimen negatif masih belum pastinya jadwal pelaksanaan pemangkasan stimulus ekonomi (tapering off) di Amerika Serikat.

"Dari global, isu utama masih diwarnai ketidakpastian kapan tapering off akan dilakukan. Pasar masih was-was soal itu. Di dalam negeri, market masih menunggu data ekonomi tanggal 1 Desember nanti. Ekspektasi market masih akan ada defisit neraca berjalan bulan November karena masih tingginya permintaan bahan bakar minyak (BBM)," papar Rully.

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.889/USD. Posisi ini terjungkal 124 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.765/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin di level Rp11.813/USD atau terdepresiasi 48 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.765/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved