Rupiah terpuruk, bos BKPM yakin tak ganggu investasi
Kamis, 28 November 2013 - 19:57 WIB
Rupiah terpuruk, bos BKPM yakin tak ganggu investasi
A
A
A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku tidak melihat sinyal kepanikan investor secara investasi langsung, akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga mencapai Rp12.000/USD.
Kepala BKPM, Mahendra Siregar menilai, investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah investasi jangka panjang dan bukan dalam waktu pendek. Sehingga tidak goyah oleh melemahnya rupiah.
"Tapi kalau di portofolio dan pasar modal tentu ada pengaruh sementara dan berbeda dengan investasi," ujar Mahendra di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/11/2013).
Mahendra mengaku sampai saat ini belum mendengar keluhan mengenai melemahnya rupiah dari para investor. Dia juga akan memantau selisih nilai tukar dua mata uang tersebut agar tidak ada missmatch dalam perhitungan realisasi investasi.
"Kalau dolar dengan dolar enggak ada masalah, kalau ada missmatch ini antara pembiayaan dolar dan penerimaan rupiah yang akan terpengaruh, tapi kami mesti dengar lagi," jelasnya.
Dia juga masih meyakini bahwa rencana investasi yang sudah berjalan tidak akan tertunda karena pelemahan nilai tukar rupiah kali ini. "Tetapi tahun depan kita akan lihat lagi apakah memang ada dampak yang signifikan maupun kebijakan moneter secara umum," pungkas mantan Wakil Menteri Keuangan ini.
Kepala BKPM, Mahendra Siregar menilai, investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah investasi jangka panjang dan bukan dalam waktu pendek. Sehingga tidak goyah oleh melemahnya rupiah.
"Tapi kalau di portofolio dan pasar modal tentu ada pengaruh sementara dan berbeda dengan investasi," ujar Mahendra di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/11/2013).
Mahendra mengaku sampai saat ini belum mendengar keluhan mengenai melemahnya rupiah dari para investor. Dia juga akan memantau selisih nilai tukar dua mata uang tersebut agar tidak ada missmatch dalam perhitungan realisasi investasi.
"Kalau dolar dengan dolar enggak ada masalah, kalau ada missmatch ini antara pembiayaan dolar dan penerimaan rupiah yang akan terpengaruh, tapi kami mesti dengar lagi," jelasnya.
Dia juga masih meyakini bahwa rencana investasi yang sudah berjalan tidak akan tertunda karena pelemahan nilai tukar rupiah kali ini. "Tetapi tahun depan kita akan lihat lagi apakah memang ada dampak yang signifikan maupun kebijakan moneter secara umum," pungkas mantan Wakil Menteri Keuangan ini.
(izz)
Lihat Juga :