Pemerintah dinilai tak bisa atasi defisit perdagangan

Jum'at, 29 November 2013 - 15:50 WIB
Pemerintah dinilai tak...
Pemerintah dinilai tak bisa atasi defisit perdagangan
A A A
Sindonews.com - Wakil Rektor II UKDW, Purnawan Hardiyanto menuturkan, 2014 merupakan tahun penuh risiko, karena Indonesia akan melaksanakan Pemilu. Di saat bersamaan, otoritas moneter di Indonesia melakukan kebijakan uang ketat untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah yang terus melemah.

"Masalah defisit neraca perdagangan sampai saat ini tidak bisa diatasi pemerintah, sehingga masyarakat berspekulasi bila nilai tukar dolar AS terhadap rupiah semakin bertambah," ujarnya di Yogyakarta, Jumat (29/11/2013).

Menurutnya, minat spekulasi masyarakat meningkat karena paket kebijakan yang diambil menteri keuangan untuk mengurangi laju pertumbuhan impor ternyata tidak menunjukkan hasil signifikan.

"Kegagalan program kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah itu yang dituding sebagai penyebabnya. Pemerintah sulit mengatasi persoalan defisit neraca perdagangan ini," ujar Purnawan.

Namun, secara spesifik, dia meyakini kondisi perekonomian DI Yogyarakta (DIY) ke depan masih akan bergairah di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. Kondisi sosial politik yang relatif kondusif di DIY menjadi salah satu alasannya.

Karena itu, dia menyarankan agar perbankan DIY mampu meningkatkan kemampuan di tengah situasi DIY yang tidak mudah goyah ini.

"Kecenderungan pengusaha DIY yang selalu ekstra hati-hati melakukan ekspansi usaha dengan pembiayaan kredit perbankan justru menjadi tantangan bagi kalangan perbankan di DIY. Rendahnya non performing loan (NPL) di DIY bisa menjadi acuan perbankan DIY untuk melakukan kebijakan ekspansi lending," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
5 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
6 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
6 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
7 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
7 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved