Depresiasi rupiah hambat laju IHSG hingga akhir 2013

Sabtu, 30 November 2013 - 16:16 WIB
Depresiasi rupiah hambat...
Depresiasi rupiah hambat laju IHSG hingga akhir 2013
A A A
Sindonews.com - Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dinilai masih akan menghambat dan mendominasi sentimen negatif yang akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penghujung tahun ini.

Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, pergerakan pasar modal domestik menuju penghujung tahun ini tidak terlalu kondusif karena sentimen yang beredar cenderung negatif.

"Menurut kami, sentimen yang berpengaruh terhadap pergerakan bursa saham hingga akhir tahun ini masih akan didominasi seputar masalah pelemahan nilai tukar rupiaah," kata dia kepada Sindonews, Sabtu (30/11/2013).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis (28/11/2013) menembus level Rp12.018/USD. Namun, sehari setelahnya atau Jumat (29/11/2013), mata uang lokal berhasil menguat ke level R11.965/USD setelah Bank Indonesia melakukan intervensi ke pasar valuta asing (valas).

Hingga penghujung 2013, Vilia memperkirakan bahwa rupiah masih cukup sulit untuk keluar dari tren pelemahannya. Itu karena meningkatnya permintaan USD dari korporasi di sisa akhir tahun ini.

Selain sentimen pelemahan rupiah, menurut Vilia, sentimen lainnya yang akan menahan laju IHSG adalah defisit neraca perdagangan domestik. Defisit neraca perdagangan RI pada Oktober 2013 tercatat sebesar USD657,2 juta. Defisit tersebut didorong angka impor yang naik 0,77 persen. Sementara scara akumulasi, defisit neraca perdagangan Januari-Oktober 2013 tercatat mencapai USD6,25 miliar.

Di samping sentimen lokal tersebut, sentimen negatif dari luar negeri berupa kepastian mengenai rencana bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mulai melakukan pemangkasan stimulus ekonomi (tapering off) juga menjadi isu utama yang dicermati investor dan memberi imbas negatif pada bursa domestik.

Sementara sentimen yang dapat mendorong laju bursa hingga akhir tahun ini, menurut Vilia adalah isu windows dressing. "Yang mungkin dapat menopang laju bursa hanyalah isu windows dressing, dimana umumnya IHSG cenderung menguat di bulan Desember," ujar dia.

IHSG pada akhir perdagangan pekan ini ditutup berhasil menguat 22,51 poin atau 0,53 persen ke level 4.256,44 karena didukung aksi beli asing. Sementara posisi IHSG terlemah sepanjang tahun ini berada di level 3.967,84, terjadi pada 27 Agustus 2013. Sedangkan posisi IHSG tertinggi berada di level 5.214,98 pada 20 Mei 2013.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
50 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
50 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved