Rupiah sore ini bangkit ke Rp11.770/USD
Senin, 02 Desember 2013 - 16:34 WIB
Rupiah sore ini bangkit ke Rp11.770/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore ini bangkit seiring bertahannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau setelah didukung rendahnya inflasi November dan surpulsnya neraca perdagangan Oktober 2013.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp11.770/USD atau menguat 195 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.965/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.955 atau naik 10 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu. Posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.705/USD dan terlemah di level Rp11.958/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.946/USD atau terapresiasi 31 poin dibandingkan penutupan hari terakhir pekan lalu di level Rp11.977/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.765/USD, dengan kisaran harian Rp11.725-11.960/USD. Posisi ini terapresiasi 190 poin dibanding Jumat (29/11/2013) di level Rp11.955/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini berada pada level Rp11.753/USD atau menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.963/USD. Posisi sore ini menguat signifikan 205 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.958/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang bergerak positif dan positifnya data makro ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS hari ini mengumumkan inflasi November sebesar 0,12 persen, meski naik dibanding bulan sebelumnya senilai 0,09 persen, namun angka itu sesuai ekspektasi pasar dan dinilai masih rendah. Sementara neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013 mengalami surplus USD42,2 juta dibanding bulan sebelumnya yang membukukan defisit USD657,2 juta.
"Komitmen Bank Indonesia seperti yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia pada Jumat lalu juga masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (2/12/2013).
Gubernur BI Agus Martowardojo pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa Bank Sentral akan berkomitmen untuk hadir di pasar valuta asing (valas) dan sewaktu-waktu dapat mengintervensi pergerakan nilai tukar rupiah agar mata uang domestik menjadi lebih stabil.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp11.770/USD atau menguat 195 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.965/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.955 atau naik 10 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu. Posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.705/USD dan terlemah di level Rp11.958/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.946/USD atau terapresiasi 31 poin dibandingkan penutupan hari terakhir pekan lalu di level Rp11.977/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.765/USD, dengan kisaran harian Rp11.725-11.960/USD. Posisi ini terapresiasi 190 poin dibanding Jumat (29/11/2013) di level Rp11.955/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini berada pada level Rp11.753/USD atau menguat dibanding pagi tadi di level Rp11.963/USD. Posisi sore ini menguat signifikan 205 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.958/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang bergerak positif dan positifnya data makro ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS hari ini mengumumkan inflasi November sebesar 0,12 persen, meski naik dibanding bulan sebelumnya senilai 0,09 persen, namun angka itu sesuai ekspektasi pasar dan dinilai masih rendah. Sementara neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013 mengalami surplus USD42,2 juta dibanding bulan sebelumnya yang membukukan defisit USD657,2 juta.
"Komitmen Bank Indonesia seperti yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia pada Jumat lalu juga masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (2/12/2013).
Gubernur BI Agus Martowardojo pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa Bank Sentral akan berkomitmen untuk hadir di pasar valuta asing (valas) dan sewaktu-waktu dapat mengintervensi pergerakan nilai tukar rupiah agar mata uang domestik menjadi lebih stabil.
(rna)