100 petani pepaya diberi pelatihan diversifikasi

Selasa, 03 Desember 2013 - 18:23 WIB
100 petani pepaya diberi...
100 petani pepaya diberi pelatihan diversifikasi
A A A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kabupaten Magelang memberikan pelatihan diversifikasi (penganekaragaman) usaha kepada 100 petani di lima desa di Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Tempuran.

Pelatihan yang diikuti petani buah pepaya tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi hasil kebun sekaligus stategi bisnis.

Pelatihan tersebut akan dilakukan secara berurutan di tiap desa sesuai jadwal yakni mulai tanggal 2-18 Desember 2013 dan berurutan di tiap desa.

Adapun pembagian jadwal pelaksanaan pelatihan yaitu 2-4 Desember di Desa Ringinanom Kecamatan Tempuran, 5-7 Desember di Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur, 9-11 Desember di Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur, 12-14 Desember di Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran, 16-18 Desember di Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur.

Plt Kepala Seksi Industri, Logam, Mesin Kimia, dan Aneka (ILMKA) Disperinkop UMKM, Adang Atfan mengatakan, selama ini, buah pepaya diketahui merupakan salah satu buah yang potensial untuk diproduksi di Kabupaten Magelang. Namun demikian, melimpahnya buah itu tidak dibarengi dengan kemampuan para petani dalam memasarkan hasil kebun mereka tersebut.

"Untuk itu, kami memberikan pelatihan diversifikasi kepada para petani agar mereka bisa berinovasi dalam membuat berbagai usaha dan strategi bisnis yang bisa dilakukan," ujarnya, Selasa (3/12/2013).

Pelatihan tersebut akan menghadirkan instruktur, Ida Soetomo, seorang pemilik industri kecil di Desa Borobudur. Menurutnya, dalam pelatihan yang masuk kegiatan pengembangan kluster industri di wilayah penghasil tembakau (DBHCHT) itu, para petani diajarkan tentang bagaimana mengolah buah pepaya menjadi produk-produk makanan yang menarik minat pembeli dengan wujud atau bentuk dan rasa yang bervariasi.

“Salah satunya yaitu berupa selai aneka rasa dengan bahan dasar buah pepaya,” lanjutnya.

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan para petani dapat memperoleh tambahan pendapatan dengan tidak hanya mengandalkan pada satu cara saja, yaitu menjual buah pepaya di pasar.

"Kami juga ingin membuka wawasan mereka mengenai pentingnya memiliki perencanaan dan strategi bisnis. Karena, masih banyak potensi serta cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan pemasukan tambahan," katanya.

Sebanyak 100 orang yang ikut dalam pelatihan di lima desa tersebut, nantinya juga akan mendapatkan bantuan berupa modal pengadaan 5 unit outlet makanan yang akan digunakan untuk mendukung pemasaran hasil pelatihan.

Salah satu peserta pelatihan, Ika Fitrian, warga Tempuran mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Dia tertarik dengan diversifikasi usaha yang dipaparkan oleh instruktur karena bisa diterapkan di lapangan langsung.

"Selama ini, banyak warga yang tidak tahu cara mengolah pepaya. Tahunya hanya dijual begitu saja di pasar. Dengan pelatihan ini, kami menjadi bertambah pengetahuannya," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
32 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved