Blok Mahakam diminta kembali ke pangkuan ibu pertiwi

Rabu, 04 Desember 2013 - 17:38 WIB
Blok Mahakam diminta...
Blok Mahakam diminta kembali ke pangkuan ibu pertiwi
A A A
Sindonews.com - Sudah hampir lima puluh tahun PT Total E&P yang merupakan perusahaan asal Prancis dan Inpex Cooperation dari Jepang menjadi penguasa Blok Mahakam. Pada 2017 kontrak kerja keduanya akan habis.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak pemerintah mengembalikan pengelolaan blok gas di Kalimantan Timur tersebut ke pangkuan ibu pertiwi. Menurutnya, walau sebentar lagi kontraknya berakhir, pemerintah belum juga mengambil keputusan.

"Nasib Mahakam adalah nasib bangsa, sehingga harus dikembalikan ke anak bangsa," kata dia dalam acara Diskusi Manfaat Jangka Panjang bila Blok Mahakam Di kelola BUMN, di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Dia mengatakan, tarik ulur pengambilan keputusan ini membuat masyarakat menduga pemerintah justru akan memperpanjang kontrak pengelolaan blok penghasil gas terbesar itu kembali kepada Total dan Inpex.

Selama ini, Indonesia dalam hal ini BUMN Migas nasional yakni PT Pertamina (Persero) dan badan usaha milik daerah (BUMD) hanya mendapat 30 persen hasil dari Blok Mahakam, sisanya masing-masing 35 persen dimiliki Total dan Inpex.

"Kalau betul-betul pemerintah berpihak kepada anak bangsa, maka Blok Mahakam harus diserahkan kepada negara," kata dia.

Din secara tegas mengatakan, telah membentuk koalisi akbar untuk Mahakam yang terdiri dari ormas-oramas besar Islam dan terdiri beberapa tokoh anggota seperti KH Hasyim Muzadi dan tokoh-tokoh perorangan lainnya.

Mereka, lanjut dia, telah sepakat meminta pemerintah tidak memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Mahakam kembali kepada asing. Namun, memberikan kepercayaan pada BUMN untuk mengelola sendiri agar tercipta kedaulatan energi di dalam negeri.

"Selama ini pemerintah meragukan BUMN Migas kita sendiri tidak mampu mengelola Blok Mahakam. Itu justru melecehkan karena BUMN kita mampu mengelola itu dari berbagai aspek," jelasnya.

Namun, jika pemerintah memperpanjang kontrak dengan asing, berpotensi semakin merugikan Indonesia. Padahal Blok Mahakam, memberikan manfaat luar biasa besar bagi negara jika dikelola sendiri.

"Sebab, blok tersebut adalah penghasil gas terbesar di Indonesia. Artinya kalau tetap diberikan kepada Total Indonesie maka iktikad baik pemerintah diragukan," tutur Din Syamsuddin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelola 2 Blok Migas...
Kelola 2 Blok Migas Raksasa, Pengamat: Pertamina Menjawab Keraguan
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi...
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi Pamer Bisa Rebut Freeport hingga Blok Mahakam
Cari Cadangan Ekonomis,...
Cari Cadangan Ekonomis, PHM Mulai Bor Sumur Eksplorasi TDE C-1X
Topang Produksi WK Mahakam,...
Topang Produksi WK Mahakam, PHM Mulai Proses Sail Away Jacket Proyek JSN
Pemerintah Berikan Banyak...
Pemerintah Berikan Banyak Insentif untuk Blok Mahakam
Gandeng Eni, Pertamina...
Gandeng Eni, Pertamina Resmi Kelola Blok Peri Mahakam
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved