IHSG diprediksi belum bisa keluar dari zona merah
Kamis, 05 Desember 2013 - 08:34 WIB
IHSG diprediksi belum bisa keluar dari zona merah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.220-4.238 dan resistance 4.272-4.288.
"Meski level gap telah tertutupi, namun dengan melihat chart-nya menunjukkan laju IHSG masih dalam tren pelemahannya. Namun demikian, diharapkan hanya melemah terbatas," kata Reza dalam risetnya di Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Reza berpendapat, masih adanya sentimen negatif di pasar membuat laju IHSG belum dapat keluar dari zona merahnya. Selain itu, laju rupiah yang kembali mengalami pelemahan membuat pelaku pasar kian khawatir dan memiliki persepsi negatif pada kinerja emiten yang memiliki eksposur dalam USD.
"Apalagi isu tapering off The Fed mulai banyak didengungkan, sehingga membuat pelaku pasar cenderung panik dan melepas posisi," kata Reza.
Di sisi lain, imbas terbawanya suasana wait and see terhadap rilis data-data AS yang dibarengi dengan sentimen wait and see terhadap rilis neraca pembayaran BI dan hasil rapat RDG BI turut menahan laju IHSG.
Bila menilik laju perdagangannya sehari kemarin, tampak sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.267,60 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.241,30 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.241,30.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"IHSG sempat berada dalam kisaran target support 4.250-4.275 seiring masih banyaknya terjadi aksi jual," ujar dia.
"Meski level gap telah tertutupi, namun dengan melihat chart-nya menunjukkan laju IHSG masih dalam tren pelemahannya. Namun demikian, diharapkan hanya melemah terbatas," kata Reza dalam risetnya di Jakarta, Kamis (5/12/2013).
Reza berpendapat, masih adanya sentimen negatif di pasar membuat laju IHSG belum dapat keluar dari zona merahnya. Selain itu, laju rupiah yang kembali mengalami pelemahan membuat pelaku pasar kian khawatir dan memiliki persepsi negatif pada kinerja emiten yang memiliki eksposur dalam USD.
"Apalagi isu tapering off The Fed mulai banyak didengungkan, sehingga membuat pelaku pasar cenderung panik dan melepas posisi," kata Reza.
Di sisi lain, imbas terbawanya suasana wait and see terhadap rilis data-data AS yang dibarengi dengan sentimen wait and see terhadap rilis neraca pembayaran BI dan hasil rapat RDG BI turut menahan laju IHSG.
Bila menilik laju perdagangannya sehari kemarin, tampak sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.267,60 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.241,30 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.241,30.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"IHSG sempat berada dalam kisaran target support 4.250-4.275 seiring masih banyaknya terjadi aksi jual," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :