Dow dan S&P ditutup terkoreksi lagi

Kamis, 05 Desember 2013 - 08:51 WIB
Dow dan S&P ditutup...
Dow dan S&P ditutup terkoreksi lagi
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow Jones dan S&P 500 kembali melanjutkan koreksi empat hari berturut-turut pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah investor menemukan alasan bahwa The Fed kemungkinan akan mempercepat pemangkasan stimulus.

Mayoritas pelaku pasar mengharapkan The Fed memangkas pembelian obligasi bulanan sebesar USD85 miliar mulai Maret 2014, namun data ekonomi baru-baru ini menunjukkan sinyal bahwa Bank Sentral akan mempercepat pemangkasan stimulus tersebut.

Pasalnya, The Fed menyatakan akan mempercepat pemangkasan stimulus jika ekonomi memenuhi target, termasuk menurunnya tingkat pengangguran Amerika Serikat.

Laporan ADP National Employment menunjukkan 215.000 pekerjaan pada November 2013, lebih dari yang diharapkan. Ini menunjukkan prospek perekonomian yang cerah.

Data ekonomi lainnya juga positif. Defisit perdagangan AS menyempit pada bulan Oktober dan penjualan rumah baru pada oktober mencatat kenaikan terbesar hampir 33-1/2 tahun. Laporan penjualan rumah menunjukkan bahwa pasar perumahan telah pulih meski suku bunga KPR lebih tinggi. Harga saham KB Home (KBH.N) naik 1,1 persen menjadi USD17,26.

"Ekonomi kuat berarti pemangkasan stimulus lebih cepat, yang berarti katalis negatif bagi pasar saham. Selain itu, pasar saham telah melonjak ke level tertinggi baru didukung optimisme dan biasanya akan diiringi koreksi sesaat," kata Kepala Strategi Investasi Key Private Bank Bruce McCain seperti dilansir Reuters, Kamis (5/12/2013).

Saham melemah pada sebagian besar sesi perdagangan, namun sedikit menguat pada akhir perdagangan. Kendati demikian, delapan dari 10 sektor di indeks S&P 500 berakhir melemah di tengah kekhawatiran koreksi lanjutan.

Sebanyak 60 persen saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange ditutup melemah, sedangkan 56 persen saham di indeks Nasdaq ditutup.

Semalam, indeks Dow Jones berakhir turun 24,85 poin atau 0,16 persen menjadi 15.889,77; indeks S&P 500 turun 2,34 poin atau 0,13 persen menjadi 1.792,81, namun Nasdaq menguat tipis 0,80 poin atau 0,02 persen menjadi 4.038,00 .
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
27 menit yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
1 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
1 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
1 jam yang lalu
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved