Hadapi AEC, Kemenperin sibuk tingkatkan daya saing

Jum'at, 06 Desember 2013 - 10:33 WIB
Hadapi AEC, Kemenperin...
Hadapi AEC, Kemenperin sibuk tingkatkan daya saing
A A A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengatakan, dalam rangka peningkatan daya saing industri nasional, dibutuhkan sinergi dan kerja sama kuat antara pemerintah dengan stakeholder terkait.

Menurutnya, stakeholder tersebut mulai dari pelaku usaha, asosiasi industri, akademisi, hingga instansi lainnya termasuk Pemerintah Daerah, lembaga perbankan, dan lain-lain.

"Peningkatan daya saing industri nasional saat ini sangat penting, terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan mulai Desember 2015," kata da dalam rilisnya, Jumat (6/12/2013).

Dia menuturkan, perkembangan industri nasional pada triwulan III/2013 tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, meski di tengah gejolak perekonomian global dan perekonomian nasional yang belum stabil. Pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara kumulatif sebesar 6,22 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,83 persen.

Menyadari pentingnya perdagangan eksternal dengan negara-negara di luar ASEAN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN, ditetapkan beberapa karakteristik yang menjadi kunci dari AEC 2015. Pertama, a single-market and production base, kedua yaitu a highly competitive economic region.

Ketiga, a region of equitable economic development, dan keempat a region fully integrated into the global economy. "Karakteristik kunci tersebut menunjukkan bahwa pembentukan AEC bersifat outward-looking dalam rangka menghadapi persaingan dari negara-negara di luar ASEAN," ujarnya.

Selain inisiatif untuk melakukan liberalisasi pasar barang, jasa dan investasi, ASEAN juga mempunyai inisiatif mengintegrasikan kemampuan produksi di ASEAN dalam bentuk ASEAN Production Chain. Inisiatif ini lebih dikenal sebagai Priority Integration Sectors (PIS).

"Walaupun dalam pembentukannya PIS bersifat outward-looking, yaitu sebagai bentuk kerja sama ASEAN dalam rangka menghadapi persaingan dari negara seperti China dan emerging market lainnya, bukan berarti tidak ada persaingan di antara sesama negara ASEAN dalam isu tersebut," jelas Menperin.

Dia mengatakan, persaingan yang dimaksud dapat terjadi antar negara-negara ASEAN mengenai negara mana yang akan berperan lebih besar di dalam ASEAN production base.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved