IHSG sepekan ini masih dibayangi aksi jual

Senin, 09 Desember 2013 - 09:23 WIB
IHSG sepekan ini masih...
IHSG sepekan ini masih dibayangi aksi jual
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini diprediksi akan berada pada rentang support 4.144-4.169 dan resisten 4.265-4.335. Peluang pelemahan masih dimungkinkan meskipun juga menawarkan entry level yang cukup menarik.

"IHSG gagal bertahan di kisaran target support (4.195-4.238) meskipun sempat juga masuk dalam kisaran resisten (4.289-4.367), sehingga masih memberikan gambaran aksi jual masih terjadi seiring belum kondusifnya konsisi pasar," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (8/12/2013).

Reza mengatakan, diharapkan rilis data-data ekonomi di awal pekan dapat lebih baik untuk mengurangi tekanan jual. Namun, menurut dia, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah.

Bila melihat lajunya secara historikal, IHSG masih di zona merah sepanjang sepekan kemarin. Meski IHSG mengawali Desember ini dengan penguatan dan memberikan harapan baru akan mulai keluarnya IHSG dari tren pelemahannya, namun penguatan yang terjadi hanya sesaat.

"Laju IHSG pasca penguatan di awal pekan kemarin bukannya melanjutkan kenaikan, namun kembali longsor dan bahkan lebih rendah dari akhir pekan yang seharusnya dapat dijaga," papar dia.

Reza menjelaskan, sepanjang pekan kemarin, asing kembali bertambah aksi jualannya hingga senilai Rp1,15 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp8,69 miliar.

Adanya rilis inflasi dan neraca perdagangan di awal pekan yang dianggap positif memberikan amunisi baru pada IHSG, sehingga dapat memperpanjang kenaikan yang di pekan sebelumnya dicapai. Meski rilis inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, namun tidak terlalu tingginya angka inflasi membuat pelaku pasar tidak menanggapinya terlalu negatif.

Begitu pun dengan rilis neraca perdagangan yang ternyata surplus meski tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami defisit cukup tinggi. Pelaku pasar memanfaatkan sentimen positif tersebut untuk kembali masuk meskipun laju bursa saham Asia tampak variatif cenderung melemah tipis.

Laju rupiah yang di awal pekan ikut menguat turut menambah sentimen positif yang ada. Akan tetapi, pasca mengalami kenaikan tersebut, tampaknya laju IHSG kurang bergairah yang terlihat terus menunjukkan pelemahannya.

Pelaku pasar kembali pada realita, dimana kembali wait and see terhadap rilis RDG BI dan FOMC. Di sisi lain, laju bursa saham Asia yang memerah terimbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya membuat IHSG kembali terperangkap dalam aura negatif.

Apalagi, isu tappering off The Fed mulai banyak didengungkan sehingga membuat pelaku pasar cenderung panik dan melepas posisi. Laju rupiah yang kembali mengalami pelemahan membuat pelaku pasar kian khawatir dan memiliki persepsi negatif pada kinerja emiten yang memiliki eksposur dalam USD.

Di sisi lain, imbas terbawanya suasana wait and see terhadap rilis data-data AS yang dibarengi dengan sentimen wait and see terhadap rilis neraca pembayaran BI dan hasil rapat RDG BI turut menahan laju IHSG.

Cenderung melemahnya laju bursa saham AS memberikan imbas yang cukup negatif pada laju bursa saham Asia yang juga berimbas pada laju IHSG yang masih memperpanjang penurunannya hingga penutupan akhir pekan.

Sentimen lainnya datang dari laju nilai tukar rupiah yang mampu naik tipis sepanjang sepekan kemarin. Laju rupiah berhasil menguat setelah dirilisnya angka inflasi yang masih sesuai dengan perkiraan.

BPS melaporkan inflasi November mencapai 0,12 persen seiring dengan terkendalinya harga pangan dan rilis yang lebih rendah dari November 2012 sebesar 0,34 persen. Di sisi lain, kembali surplusnya neraca perdagangan Indonesia walau tipis serta penguatan Yuan pasca merespon positif kenaikan data manufaktur China turut memberikan sentimen positif pada laju nilai tukar rupiah meskipun terdapat rilis penurunan tipis cadangan devisa.

Akan tetapi, laju penguatan tersebut masih terbatas seiring penantian pelaku pasar terhadap RDG BI dan FOMC meeting. Di sisi lain, kembalinya sentimen tapering off yang membuat laju USD kembali meningkat dan juga mulai adanya spekulasi akan meningkatnya kebutuhan USD jelang akhir tahun membuat laju rupiah kembali mengalami pelemahan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Tembus USD16,54 Miliar,...
Tembus USD16,54 Miliar, Ekspor Desember 2020 Tertinggi Sejak 2013
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
22 menit yang lalu
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
33 menit yang lalu
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
45 menit yang lalu
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
1 jam yang lalu
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
1 jam yang lalu
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved