Pemerintah umumkan paket kebijakan ekonomi jilid II

Senin, 09 Desember 2013 - 13:25 WIB
Pemerintah umumkan paket...
Pemerintah umumkan paket kebijakan ekonomi jilid II
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akhirnya resmi mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap Kedua yang digelar di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/12/2013).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, paket yang terdiri dari penyesuaian Pengenaan PPh Pasal 22 Atas Impor Barang Tertentu menjadi 7,5 persen dan kemudahan perizinan dan pelayanan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) merupakan lanjutan dari paket pertama yang keluar pada tanggal 24 Agustus lalu.

"Paket ini sejalan dengan upaya lakukan reformasi struktural. Selain itu kita persiapkan juga hal-hal terkait pemangkasan perizinan dan penyederhanaan lainnya," kata Hatta.

Menteri Keuangan M Chatib Basri menegaskan, hadirnya kedua paket tersebut bertujuan untuk mengendalikan impor, di sisi lain akan meningkatkan ekspor Indonesia.

"Penyesuaian tarif PPh Pasal 22 menjadi 7,5 persen akan menekan impor dan kemudahan KITE akan meningkatkan ekspor kita," terang Chatib di kesempatan yang sama.

Sementara, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku harus berterima kasih kepada Kementerian Keuangan karena mayoritas sasaran dari paket kebijakan kedua ini adalah sektor manufaktur.

"Sebagai yang bertanggung jawab atas manufaktur saya merasa terbantu dan juga berjanji akan meningkatkan produksi dengan bantuan paket ini," tandas Hidayat.

Dalam pengumuman tersebut selain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan M Chatib Basri, dan juga Menteri Perindustrian MS Hidayat, hadir pula Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono, dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
34 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved