PGN optimistis volume distribusi gas 2014 tumbuh 10%
Senin, 09 Desember 2013 - 15:55 WIB
PGN optimistis volume distribusi gas 2014 tumbuh 10%
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun gagal memperoleh 75 persen hak partisipasi blok minyak dan gas (migas) Pangkah dalam tender pelepasan aset-aset milik Hess Corp, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero tetap optimistis mengincar angka pertumbuhan volume distribusi gas pada tahun depan sekitar 10 persen.
Tercatat, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan dapat mencapai volume distribusi gas sebesar 820 million metric standard cubik feet per day (MMSCFD), dengan demikian volume distrbusi gas perseroan pada tahun 2014 berpotensi mencapai 902 MMSCFD.
Corporate Secretary PGAS Heri Yusup mengatakan, pasokan gas perseroan pada tahun depan sudah pasti akan meningkat, mengingat ada beberapa proyek pengembangan yang akan dimulai pada 2014 mendatang.
“Pertumbuhan di tahun depan sekitar 10 hingga 12 persen, tetapi masih kita susun RKAP-nya,” kata dia.
Dengan adanya target peningkatan distribusi gas tersebut, tentu akan berpengaruh positif terhadap pendapatan perseroan, maklum lebih dari 90 persen pedapatan perseroan dihasilkan dari bisnis distribusi gas.
Peningkatan target volume distribusi ini akan sejalan dengan berjalannya proyek pengembangan jalur pipa gas Rigline I yang menghubungkan muara Bekasi, Tanjung Priouk hingga Muara Karang, Jakarta Utara.
Lebih lanjut dia mengatakan, pada bulan Juni tahun depan, proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Lampung sudah dapat beroperasi.
Sementara perseroan saat ini tengah mengembangkan proyek floating storage regasification unit (FSRU) atau penampung LNG terapung yang terletak di wilayah Lampung. Dengan adanya penampung LNG ini diharapkan dapat menjamin pasokan gas untuk wilayah Lampung dan Jawa Barat.
Nantinya proyek ini akan memasok gas untuk kebutuhan industri, komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut. Adapun alokasi gas yang nantinya akan didapatkan perseroan, dimulai secara bertahap.
Heri menambahkan, untuk tahap awal berkisar lima kargo, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 18 kargo. Setelah itu, bisa sampai 29 kargo.
Namun dia mengungkapkan, perseroan saat ini belum mengetahui berapa bagian yang akan diterima, mengingat hingga saat ini proses pembagiannya masih di bahas SKK Migas. Pasalnya, pembagian alokasi gas tersebut berada di tangan SKK Migas.
Terkait telah ditandatanganinya share purchase agreement (SPA) oleh PT Pertamina (Persero) untuk mengakuisisi anak usaha Hess Corporation di Indonesia yang menguasai 75 persen participating interest di Blok Pangkah, Heri mengatakan, hal tersebut belum final.
Meskipun begitu dia mengaku, saat ini masih ada blok migas lain yang sedang diincar oleh perseroan. “Di samping Pangkah, kita juga sedang mengincar blok migas lain,” ujar dia.
Sebelumnya perseroan berambisi dapat mengambil alih dua blok migas yang dimiliki Hess Corporation. Aset yang akan diambil alih dari rencana ini ditaksir mencapai USD1,5 miliar dari total aset yang dimiliki Hess sebesar USD2,5 miliar.
Tercatat, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan dapat mencapai volume distribusi gas sebesar 820 million metric standard cubik feet per day (MMSCFD), dengan demikian volume distrbusi gas perseroan pada tahun 2014 berpotensi mencapai 902 MMSCFD.
Corporate Secretary PGAS Heri Yusup mengatakan, pasokan gas perseroan pada tahun depan sudah pasti akan meningkat, mengingat ada beberapa proyek pengembangan yang akan dimulai pada 2014 mendatang.
“Pertumbuhan di tahun depan sekitar 10 hingga 12 persen, tetapi masih kita susun RKAP-nya,” kata dia.
Dengan adanya target peningkatan distribusi gas tersebut, tentu akan berpengaruh positif terhadap pendapatan perseroan, maklum lebih dari 90 persen pedapatan perseroan dihasilkan dari bisnis distribusi gas.
Peningkatan target volume distribusi ini akan sejalan dengan berjalannya proyek pengembangan jalur pipa gas Rigline I yang menghubungkan muara Bekasi, Tanjung Priouk hingga Muara Karang, Jakarta Utara.
Lebih lanjut dia mengatakan, pada bulan Juni tahun depan, proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Lampung sudah dapat beroperasi.
Sementara perseroan saat ini tengah mengembangkan proyek floating storage regasification unit (FSRU) atau penampung LNG terapung yang terletak di wilayah Lampung. Dengan adanya penampung LNG ini diharapkan dapat menjamin pasokan gas untuk wilayah Lampung dan Jawa Barat.
Nantinya proyek ini akan memasok gas untuk kebutuhan industri, komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut. Adapun alokasi gas yang nantinya akan didapatkan perseroan, dimulai secara bertahap.
Heri menambahkan, untuk tahap awal berkisar lima kargo, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 18 kargo. Setelah itu, bisa sampai 29 kargo.
Namun dia mengungkapkan, perseroan saat ini belum mengetahui berapa bagian yang akan diterima, mengingat hingga saat ini proses pembagiannya masih di bahas SKK Migas. Pasalnya, pembagian alokasi gas tersebut berada di tangan SKK Migas.
Terkait telah ditandatanganinya share purchase agreement (SPA) oleh PT Pertamina (Persero) untuk mengakuisisi anak usaha Hess Corporation di Indonesia yang menguasai 75 persen participating interest di Blok Pangkah, Heri mengatakan, hal tersebut belum final.
Meskipun begitu dia mengaku, saat ini masih ada blok migas lain yang sedang diincar oleh perseroan. “Di samping Pangkah, kita juga sedang mengincar blok migas lain,” ujar dia.
Sebelumnya perseroan berambisi dapat mengambil alih dua blok migas yang dimiliki Hess Corporation. Aset yang akan diambil alih dari rencana ini ditaksir mencapai USD1,5 miliar dari total aset yang dimiliki Hess sebesar USD2,5 miliar.
(rna)
Lihat Juga :