Laju rupiah diprediksi masih terbatas

Selasa, 10 Desember 2013 - 08:07 WIB
Laju rupiah diprediksi...
Laju rupiah diprediksi masih terbatas
A A A
Sindonews.com - Laju dolar Amerika Serikat (USD) yang terus menunjukkan penguatan seiring positifnya rilis data-data Amerika Serikat (AS) dapat diimbangi oleh data-data China yang menguatkan nilai tukar yuan, sehingga diharapkan bisa memberi angin positif bagi rupiah.

"Laju rupiah berada di atas target support Rp12.000 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.975-11.943 per USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (10/12/2013).

Positifnya angin yang berhembus datang setelah pemerintah China merilis kenaikan balance of trade pada akhir pekan kemarin dan diikuti oleh rilis inflasinya di awal pekan ini yang angkanya cukup stabil.

Dari dalam negeri, Reza menambahkan, adanya rilis paket kebijakan ekonomi jilid II yang mengatur barang-barang impor sedikit ditanggapi positif karena dipersepsikan akan menahan permintaan USD dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik.

"Akan tetapi, laju rupiah masih terbatas seiring wait and see pelaku pasar jelang rilis BI Rate di pekan ini," ujar dia.

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.974/USD. Posisi ini terdepresiasi 10 poin dibanding penutupan Jumat (6/12/2013) di level Rp11.964/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp11.956/USD atau terapresiasi 4 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.960/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
3 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved