IHSG miliiki harapan lanjutkan penguatan
Selasa, 10 Desember 2013 - 08:48 WIB
IHSG miliiki harapan lanjutkan penguatan
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya laju bursa saham Asia yang terimbas pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) setelah dirilisnya beberapa data ketenagakerjaan dan konsumer memberikan tambahan sentimen positif bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Pada perdagangan Selasa diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.185-4.206 dan resistance 4.221-4.238," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (10/12/2013).
Menurut Reza, sebenarnya laju IHSG mampu bergerak di atas kisaran target resisten (4.195-4.206), sehingga memberikan harapan akan penguatan lanjutan. Namun, karena kenaikan yang terjadi masih dalam zona tren penurunan maka selalu mewaspadai potensi pembalikan arah sesaat.
Bila melihat lajunya kemarin, secara historikal hampir seluruh sektor mengalami penguatan seiring dengan aksi beli yang terjadi. Akan tetapi, aksi beli yang terjadi, terutama dari aksi beli asing belum terlalu besar seiring masih wait and see-nya pelaku pasar terhadap data-data yang akan dirilis pekan ini, terutama jelang dirilisnya BI Rate.
Adanya rilis Paket Kebijakan Ekonomi lanjutan dari MenKo Perekonomian turut memberikan sentimen positif yang diikuti pula dengan penguatan tipis laju rupiah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.227,23 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.192,47 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.214,34.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Diharapkan masih ada kesempatan untuk penguatan lanjutan," ujar Reza.
Dari luar negeri, meski rilis data-data ekonomi AS terus menunjukkan pemulihan dan isu tapering off semakin meluas, namun pelaku pasar di bursa saham Asia mencoba bersikap optimistis akan ketahanaan ekonomi AS bila stimulus benar-benar dikurangi.
Lagipula, rilis neraca perdagangan China positif, dimana mengalami kenaikan yang terbantukan dengan peningkatan nilai ekspornya. Begitupun dengan rilis current account Jepang dan PDB yang meski mengalami penurunan, namun ditanggapi positif karena memunculkan spekulasi BoJ masih akan mempertahankan stimulusnya.
"Pada perdagangan Selasa diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.185-4.206 dan resistance 4.221-4.238," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (10/12/2013).
Menurut Reza, sebenarnya laju IHSG mampu bergerak di atas kisaran target resisten (4.195-4.206), sehingga memberikan harapan akan penguatan lanjutan. Namun, karena kenaikan yang terjadi masih dalam zona tren penurunan maka selalu mewaspadai potensi pembalikan arah sesaat.
Bila melihat lajunya kemarin, secara historikal hampir seluruh sektor mengalami penguatan seiring dengan aksi beli yang terjadi. Akan tetapi, aksi beli yang terjadi, terutama dari aksi beli asing belum terlalu besar seiring masih wait and see-nya pelaku pasar terhadap data-data yang akan dirilis pekan ini, terutama jelang dirilisnya BI Rate.
Adanya rilis Paket Kebijakan Ekonomi lanjutan dari MenKo Perekonomian turut memberikan sentimen positif yang diikuti pula dengan penguatan tipis laju rupiah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.227,23 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.192,47 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.214,34.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Diharapkan masih ada kesempatan untuk penguatan lanjutan," ujar Reza.
Dari luar negeri, meski rilis data-data ekonomi AS terus menunjukkan pemulihan dan isu tapering off semakin meluas, namun pelaku pasar di bursa saham Asia mencoba bersikap optimistis akan ketahanaan ekonomi AS bila stimulus benar-benar dikurangi.
Lagipula, rilis neraca perdagangan China positif, dimana mengalami kenaikan yang terbantukan dengan peningkatan nilai ekspornya. Begitupun dengan rilis current account Jepang dan PDB yang meski mengalami penurunan, namun ditanggapi positif karena memunculkan spekulasi BoJ masih akan mempertahankan stimulusnya.
(rna)
Lihat Juga :