Rupiah diprediksi cenderung melemah
Rabu, 11 Desember 2013 - 08:23 WIB
Rupiah diprediksi cenderung melemah
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpeluang menguat, laju nilai tukar rupiah justru kembali mengalami pelemahan seiring antisipasi pasar jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meskipun di awal pekan tidak ada rilis data-data Amerika Serikat (AS), namun rilis positif data-data ketenagakerjaan sebelumnya telah membuat laju USD terus bergerak naik.
"Dengan begitu berimbas pada pelemahan rupiah," terang dia, Rabu (11/12/2013).
Kendati demikian, Reza menjelaskan, seharusnya pelemahan yang terjadi pada rupiah tidak terlalu dalam lantaran penguatan USD sebenarnya terimbangi dengan penguatan poundsterling seiring dengan data year on year (yoy) manufacturing dan industrial production di zona tersebut.
"Begitupun dengan kenaikan euro yang juga mengimbangi USD seiring dengan kenaikan manufacturing production Perancis," papar dia.
Untuk hari ini, rupiah diprediksi masih akan bergerak pada kisaran sempit cenderung mendekat ke level Rp12.000 per USD. "Laju Rupiah berada dibawah target support Rp11.975 per USD. Rentang Rupiah di kisaran Rp12.000-11.968 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Reza.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.920/USD. Posisi ini terapresiasi 54 poin dibanding penutupan Senin (9/12/2013) di level Rp11.974/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin di level Rp11.985/USD atau melemah 29 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.956/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meskipun di awal pekan tidak ada rilis data-data Amerika Serikat (AS), namun rilis positif data-data ketenagakerjaan sebelumnya telah membuat laju USD terus bergerak naik.
"Dengan begitu berimbas pada pelemahan rupiah," terang dia, Rabu (11/12/2013).
Kendati demikian, Reza menjelaskan, seharusnya pelemahan yang terjadi pada rupiah tidak terlalu dalam lantaran penguatan USD sebenarnya terimbangi dengan penguatan poundsterling seiring dengan data year on year (yoy) manufacturing dan industrial production di zona tersebut.
"Begitupun dengan kenaikan euro yang juga mengimbangi USD seiring dengan kenaikan manufacturing production Perancis," papar dia.
Untuk hari ini, rupiah diprediksi masih akan bergerak pada kisaran sempit cenderung mendekat ke level Rp12.000 per USD. "Laju Rupiah berada dibawah target support Rp11.975 per USD. Rentang Rupiah di kisaran Rp12.000-11.968 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Reza.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.920/USD. Posisi ini terapresiasi 54 poin dibanding penutupan Senin (9/12/2013) di level Rp11.974/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin di level Rp11.985/USD atau melemah 29 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.956/USD.
(rna)