Permintaan elpiji di Sulsel naik 10%
Jum'at, 13 Desember 2013 - 17:16 WIB
Permintaan elpiji di Sulsel naik 10%
A
A
A
Sindonews.com - Jelang tahun baru 2014, PT Pertamina memprediksi permintaan elpiji di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan meningkat hingga 10 persen dari kebutuhan normal setiap hari.
Sales Executive LPG PT Pertamina Unit Pemasaran VII Taufiku Rachman mengungkapkan, secara normal kebutuhan elpiji 12 kg dan 50 kg mencapai 191-200 metrik ton per hari dan untuk elpiji 3 kg mencapai 600-650 metrik ton.
"Kami pastikan stok aman. Persediaan yang ada mampu memenuhi kebutuhan yang ada meskipun ada kenaikan permintaan," kata dia kepada Koran SINDO, Jumat (13/12/2013).
Dia menuturkan, setiap momen liburan ada perubahan kebutuhan untuk setiap ukuran elpiji. Pada lebaran lalu, kebutuhan elpiji berukuran 3 kg lebih tinggi dibandingkan 12 kg, sedangkan Natal kemarin kebutuhan elpiji berukuran 12 kg dan 50 kg meningkat hingga 10 persen.
"Memang agak berbeda dari kebutuhan di setiap momen. Penyebabnya adalah pada saat Natal sampai tahun baru mayoritas kalangan rumah tangga tidak terlalu banyak melakukan kegiatan di dalam rumah, tapi lebih memilih makan di luar seperti hotel dan restoran," jelas dia.
Sementara, saat di singgung mengenai kenaikan elpiji 12 kg yang diberlakukan di pulau Jawa, Taufiku Rachman menjamin jika Sulsel bebas dari kebijakan tersebut. Kenaikan itu sebagai konsekuensi pengalihkan biaya distribusi elpiji 12 Kg ke konsumen. Di Sulsel sendiri pengalihan itu sudah lama dilakukan.
"Jadi tenang saja, Sulsel bebas dari kenaikan. Dan 2014, diperkirakan kuota elpiji Sulsel akan meningkat hingga 3 persen dari disrtribusi tahun ini," pungkas dia.
Sales Executive LPG PT Pertamina Unit Pemasaran VII Taufiku Rachman mengungkapkan, secara normal kebutuhan elpiji 12 kg dan 50 kg mencapai 191-200 metrik ton per hari dan untuk elpiji 3 kg mencapai 600-650 metrik ton.
"Kami pastikan stok aman. Persediaan yang ada mampu memenuhi kebutuhan yang ada meskipun ada kenaikan permintaan," kata dia kepada Koran SINDO, Jumat (13/12/2013).
Dia menuturkan, setiap momen liburan ada perubahan kebutuhan untuk setiap ukuran elpiji. Pada lebaran lalu, kebutuhan elpiji berukuran 3 kg lebih tinggi dibandingkan 12 kg, sedangkan Natal kemarin kebutuhan elpiji berukuran 12 kg dan 50 kg meningkat hingga 10 persen.
"Memang agak berbeda dari kebutuhan di setiap momen. Penyebabnya adalah pada saat Natal sampai tahun baru mayoritas kalangan rumah tangga tidak terlalu banyak melakukan kegiatan di dalam rumah, tapi lebih memilih makan di luar seperti hotel dan restoran," jelas dia.
Sementara, saat di singgung mengenai kenaikan elpiji 12 kg yang diberlakukan di pulau Jawa, Taufiku Rachman menjamin jika Sulsel bebas dari kebijakan tersebut. Kenaikan itu sebagai konsekuensi pengalihkan biaya distribusi elpiji 12 Kg ke konsumen. Di Sulsel sendiri pengalihan itu sudah lama dilakukan.
"Jadi tenang saja, Sulsel bebas dari kenaikan. Dan 2014, diperkirakan kuota elpiji Sulsel akan meningkat hingga 3 persen dari disrtribusi tahun ini," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :