Sentimen ini buat rupiah melemah sepanjang pekan

Minggu, 15 Desember 2013 - 13:01 WIB
Sentimen ini buat rupiah...
Sentimen ini buat rupiah melemah sepanjang pekan
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepanjang pekan ini kembali melemah ke kisaran Rp12.000 an, meski Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mempertahankan BI Rate di level 7,5 persen.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, masih positifnya rilis data-data Amerika Serikat (AS) membuat laju USD masih menunjukkan penguatan, meski hal itu dapat diimbangi oleh data-data China yang menguatkan nilai tukar yuan. China telah merilis kenaikan balance of tradepada akhir pekan sebelumnya.

"Hal itu juga diikuti oleh rilis stabilnya inflasinya di awal pekan. Adanya rilis paket kebijakan ekonomi ke-2 yang mengatur barang-barang impor sedikit ditanggapi positif karena dipersepsikan akan menahan permintaan akan USD dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik," kata dia dalam risetnya, Minggu (15/12/2013).

Namun, laju nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan seiring antisipasi pasar jelang RDG BI. Di sisi lain, penguatan USD sebenarnya terimbangi dengan penguatan poundsterling seiring dengan data tahunan manufaktur dan industrial production Inggris.

Sentimen jelang akhir tahun dari pertemuan FOMC pekan depan yang dibarengi dengan sentimen kesepakatan anggaran AS yang akan dibahas kembali membuat USD kembali perkasa. Bahkan berhasil mengalahkan kenaikan euro yang juga sedang naik seiring membaiknya perekonomian zona Eropa.

"Laju Rupiah masih melanjutkan pelemahannya meskipun RDG-BI telah memutuskan untuk mempertahankan level BI Rate di 7,5 persen," ujar dia.

Menurut Reza, USD masih menjadi pilihan dengan tren kenaikan yang masih berlanjut seiring kian dekatnya pembahasan anggaran dan tapering off. Di sisi lain, laju euro juga menguat seiring perkiraan industrial production zona Eropa yang akan menunjukkan kenaikannya.

Begitu juga laju poundsterling seiring ekspektasi BoE yang disampaikan Gubernur BoE George Osborne bahwa perekonomian Inggris 2013 berpotensi ekspansi 1,4 persen di atas perkiraan sebelumnya di 0,6 persen.

Pada Jumat (13/12/2013), nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg tenggelam ke level Rp12.106/USD. Posisi ini terdepresiasi 83 poin dibanding penutupan Kamis (12/12/2013) di level Rp12.023/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari Jumat di level Rp12.081/USD atau melemah 56 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp12.025/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
14 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
21 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
29 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
55 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved