Rupiah diprediksi masih melemah
Senin, 16 Desember 2013 - 08:34 WIB
Rupiah diprediksi masih melemah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, laju rupiah akan semakin melemah karena tertekan membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS).
Dia memperkirakan laju rupiah akan berada di kisaran Rp12.105-12.072 mengacu kepada kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju rupiah akan berada di bawah target support sebesar Rp12.065," kata Reza, Senin (16/12/2013).
Dia menjelaskan, membaiknya perekonomian AS ini ditandai dengan kenaikan initial jobless claim dan diimbangi dengan kenaikan penjualan ritel dan consumer comfort index. Hal itu memberikan gambaran perekonomian AS yang muai membaik dan membuat laju USD beranjak menguat.
Reza menambahkan, beredar kabar bahwa Kongres AS telah menyetujui paket anggaran bipartisan, sehingga akan menghindarkan AS dari potensi shutdown dan menciptakan stabilitas fiskal AS selama dua tahun mendatang.
"Tentunya gambaran membaiknya ekonomi AS akan semakin membenamkan rupiah," tandas Reza.
Akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg tenggelam ke level Rp12.106/USD. Posisi ini terdepresiasi 83 poin dibanding penutupan Kamis (12/12/2013) di level Rp12.023/USD.
Pada hari yang sama, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp12.081/USD atau melemah 56 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp12.025/USD.
Dia memperkirakan laju rupiah akan berada di kisaran Rp12.105-12.072 mengacu kepada kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju rupiah akan berada di bawah target support sebesar Rp12.065," kata Reza, Senin (16/12/2013).
Dia menjelaskan, membaiknya perekonomian AS ini ditandai dengan kenaikan initial jobless claim dan diimbangi dengan kenaikan penjualan ritel dan consumer comfort index. Hal itu memberikan gambaran perekonomian AS yang muai membaik dan membuat laju USD beranjak menguat.
Reza menambahkan, beredar kabar bahwa Kongres AS telah menyetujui paket anggaran bipartisan, sehingga akan menghindarkan AS dari potensi shutdown dan menciptakan stabilitas fiskal AS selama dua tahun mendatang.
"Tentunya gambaran membaiknya ekonomi AS akan semakin membenamkan rupiah," tandas Reza.
Akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg tenggelam ke level Rp12.106/USD. Posisi ini terdepresiasi 83 poin dibanding penutupan Kamis (12/12/2013) di level Rp12.023/USD.
Pada hari yang sama, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp12.081/USD atau melemah 56 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp12.025/USD.
(rna)